Mengharukan, Diding Boneng Meninggal Dunia Didampingi Anak Sulungnya
JAKARTA, iNews.id – Momen terakhir aktor senior Diding Boneng berlangsung penuh haru. Saat mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 06.04 WIB, almarhum tidak sendiri. Putra sulung dan sejumlah anggota keluarga setia mendampingi di sisi tempat tidurnya.
Hal itu diungkapkan adik kandung Diding Boneng, Zainal Arifin, saat ditemui di rumah duka di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat. Menurutnya, keluarga terus bergantian menjaga Diding hingga detik-detik terakhir kehidupannya.
"Meninggal ditemani anaknya yang paling tua. Terus adik saya yang perempuan paling kecil, sama anaknya, Aryo," ujar Zainal.
Malam sebelum meninggal dunia, kondisi Diding diketahui mulai menurun akibat gangguan pernapasan. Menyadari kondisi sang kakak semakin lemah, Zainal memilih berada di samping Diding untuk membacakan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
"Semalam saya masih di sini sudah terganggu pernapasannya. Saya datang, saya ngaji apa semua, terus datanglah keluarga, anak-anaknya. Anak-anak kumpul, saya tinggal pulang," tuturnya.
Meski berpulang meninggalkan duka mendalam, keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Diding Boneng. Sebab, beberapa hari sebelum wafat, almarhum sempat merasakan kebahagiaan setelah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Tarakan usai menjalani perawatan selama 10 hari akibat stroke dan hipertensi.
Menurut Zainal, kondisi Diding kala itu terlihat jauh lebih baik. Sang aktor bahkan sudah bisa berjalan sehingga keluarga berharap proses pemulihannya akan terus berlanjut.
"Sepulangnya dari rumah sakit itu tenang aja dia, tenang. Alhamdulillah saya lihat juga sudah sehat, sudah baguslah, bisa jalan," katanya.
Jenazah Diding Boneng masih disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat sekitar pukul 15.30 WIB. Sejumlah keluarga, kerabat, dan sahabat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada komedian senior yang telah mewarnai dunia hiburan Indonesia selama puluhan tahun.
Editor: Muhammad Sukardi