Miss World 2026 Joheirry Mola Dipastikan Hadir di Malam Final Miss Indonesia 2026
JAKARTA, iNews.id – Miss World 2026Joheirry Mola dipastikan akan hadir memberikan dukungan untuk 38 finalis Miss Indonesia 2026 yang bersiap tampil di malam grand final pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi momen istimewa dalam perayaan 20 tahun penyelenggaraan Miss Indonesia.
Kedatangan Miss World 2026 Joheirry Mola disampaikan Founder & Chairwoman of Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo, dalam konferensi pers Welcoming Miss World 2026 di MNC Studios Tower 1, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Liliana menyambut positif kehadiran Joheirry di tengah agenda kunjungannya yang padat. Menurut dia, kehadiran Miss World kali ini memiliki arti khusus karena bertepatan dengan dua dekade perjalanan Miss Indonesia.
"Kami tahu bahwa kedatangan Miss World kali ini untuk memberikan dukungan perayaan Miss Indonesia yang ke-20. Jadi, penyelenggaraan yang ke-20 ini sangat spesial dan kami bersyukur bahwa Miss World sendiri bisa hadir di tengah-tengah kami," kata Liliana.
Lebih dari sekadar meramaikan malam puncak, kunjungan Joheirry juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara Miss World Organization dan Organisasi Miss Indonesia.
Liliana menegaskan, Miss Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi kecantikan. Ajang ini juga membawa misi untuk mendorong perempuan Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Perempuan itu harus menjadi pribadi yang tangguh tentunya, dan juga menjadi pribadi yang berkarakter serta berintegritas yang memberikan banyak kontribusi positif pada society," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Joheirry juga diperkenalkan dengan kekayaan kuliner dan budaya Nusantara. Upaya ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan keramahan masyarakat Indonesia serta potensi budaya Tanah Air kepada dunia.
"Selain itu, kami juga memperkenalkan budaya Indonesia dan juga keramahan yang tadi sudah saya ungkapkan, keramahan Indonesia, budaya, dan juga potensi Indonesia yang akan dibawa ke dunia," tutur Liliana.
Sementara itu, Joheirry mengaku senang bisa berkunjung ke Indonesia. Dia bahkan merasa seperti berada di rumah sendiri saat menikmati sambutan yang diterimanya.
Selama berada di Indonesia, Joheirry mencicipi sejumlah makanan khas, mulai dari klepon hingga nasi goreng dan sate sapi dengan bumbu kacang. Dia mengaku menyukai hidangan tersebut, terutama klepon yang meninggalkan kesan tersendiri baginya.

"Saya merasa sangat senang, saya merasa seperti di rumah lagi. Saya mencicipi klepon, itu luar biasa. Saya sangat menyukainya, sungguh menyukainya. Dan saya mencicipi nasi goreng, saya sangat menyukainya, itu sangat enak, serta sate daging sapi dengan bumbu kacang yang sangat enak," ungkap Joheirry.
Selain berbagi pengalamannya selama di Indonesia, Joheirry juga menyampaikan pesan kepada 38 finalis yang akan bersaing memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2026.
Dia mengingatkan para finalis agar tidak hanya terpaku pada kemenangan. Menurut dia, perjalanan selama mengikuti kompetisi kecantikan juga menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengenali diri sendiri.
Joheirry menilai pengalaman yang dilalui setiap kontestan dapat membentuk pribadi yang berbeda dari saat pertama kali mengikuti kompetisi hingga menyelesaikannya.
"Saya ingin menyampaikan agar setiap kontestan menikmati perjalanannya. Setiap kali kita mengikuti kontes kecantikan, kita semua tentu menginginkan mahkota tersebut, tetapi kita sering melupakan hal yang sangat penting, yaitu menikmati perjalanannya karena Anda berkembang dalam proses tersebut. Wanita yang datang di hari pertama tidak akan sama dengan wanita yang melangkah meninggalkan panggung. Jadi, jadilah diri sendiri," pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para finalis bahwa Miss Indonesia bukan semata-mata tentang siapa yang berhasil membawa pulang mahkota. Proses yang dijalani, karakter yang dibangun, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Editor: Muhammad Sukardi