Nestapa Ruben Onsu, Diduga Kena Tipu Bisnis Bodong Rp5,5 Miliar Lenyap!
JAKARTA, iNews.id – Nasib pilu tengah menyelimuti presenter ternama Ruben Onsu. Niat hati ingin memiliki bisnis mukena jelang Lebaran, dia justru diduga menjadi korban penipuan dengan kerugian fantastis mencapai Rp5,5 miliar.
Semua bermula dari perkenalannya dengan sosok berinisial PS melalui seorang rekan. Di momen yang dianggap tepat, yaitu menjelang Ramadhan, tawaran bisnis tersebut terdengar begitu menjanjikan. Permintaan mukena yang tinggi membuat peluang ini tampak menguntungkan.
"Karena momentum mau Lebaran, Ruben melihat ini peluang bisnis yang bagus," ujar kuasa hukumnya, Minola Sebayang, belum lama ini.
Pelaku diduga memainkan perannya dengan sangat rapi. Dia mengklaim mampu memfasilitasi produksi mukena dalam jumlah besar melalui perusahaan bernama PT Venteny Fortuna Indo.
Alasan Ruben Onsu dan Betrand Peto Akan Pindah ke Belanda Akhirnya Terungkap!
Tak hanya itu, dia juga menyodorkan draf kerja sama resmi dengan nilai kontrak mencapai Rp5,5 miliar. Kepercayaan pun terbentuk. Namun, di balik itu semua, perlahan jebakan mulai mengencang.
Pelaku mulai meminta dana secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari uang muka produksi hingga biaya operasional. Tanpa curiga, Ruben melakukan sejumlah transfer ke rekening pribadi pelaku dan rekening perusahaan yang dikenalkan.
Kaget! Ruben Onsu dan Betrand Peto Bakal Pindah ke Belanda
"Ruben beberapa kali diminta mentransfer uang. Dana itu disebut untuk pembayaran awal produksi hingga biaya entertain mencari pabrik dan bahan berkualitas," ungkap Minola.
Hari demi hari berlalu, hingga Lebaran tiba. Namun, mukena yang dijanjikan tak kunjung ada. Tak ada produksi, tak ada distribusi, hanya janji yang tak terealisasi.
Kecurigaan pun berubah menjadi kenyataan pahit. Setelah ditelusuri, dana miliaran rupiah tersebut ternyata tidak pernah sampai ke pabrik produksi.
"Uang dari Ruben sudah masuk, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik untuk produksi," tegas Minola.
Lebih mengejutkan lagi, pelaku kini menghilang tanpa jejak. Nomor telepon tak aktif, komunikasi terputus, dan keberadaannya tidak diketahui.
"Nomornya sudah tidak bisa dihubungi, orangnya seperti menghilang," tambahnya.
Kini, Ruben Onsu mempertimbangkan langkah hukum untuk memperjuangkan haknya.
Editor: Muhammad Sukardi