New York Fashion Week, Maggie Hutauruk Eddy Olah Karung Tepung Jadi Baju Keren
JAKARTA, iNews.id – Sosial media belakangan ini dihebohkan dengan adanya model yang memakai baju dari karung tepung di runway New York Fashion Week (Spring/Summer) 2020. Maggie Hutauruk Eddy adalah desainer dari Indonesia yang mendesain baju tersebut tampak keren dan berhasil membawanya ke panggung internasional.
“Nggak lama dari fashion week-nya aku balik (ke Indonesia), begitu sampai di Jakarta tiba-tiba sudah ada omongan masalah karung (tepung) segitiga biru. I didn’t expected, tapi ya omongan mereka (netizen) positif, mereka sangat mendukung,” ujar Maggie di 2madison Avenue, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 27 September 2019.
Inspirasi membuat baju ini sangat simpel dan tidak terduga. Maggie sendiri tidak menyangka bahwa baju yang sangat sederhana ini dapat ditampilkan di panggung besar NYFW dan mendapat banyak apresiasi. Bahkan, bahan dasar baju ini adalah karung bekas pakai.
“Itu sebenarnya kagak sengaja. Preparation-nya itu cuma sebulan dan ada beberapa look yang saya pikir perlu grafis di tengahnya. Tapi aku nggak punya waktu lagi untuk ngesablon, ngebordir. Kebetulan aku di rumah, mbakku (ART) pulang dari pasar bawa berbagai macam karung. Mbak Sum waktu itu bawanya beras Ramos dan tepung terigu untuk buat donat. Jadi ya udah, kita cuci, aku taruh di baju dan boom, it works,” kata Maggie.
Kemeja dan kaus berbahan karung daur ulang itu ditujukan untuk anak mudia usia 20 hingga 30 tahunan. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada orang dewasa yang ingin mengenakannya.
Produk itu dibanderol dengan harga yang relatif murah untuk karya desainer kelas NYFW. Desainnya pun membuat baju-baju itu mudah dipadankan ke jaket atau outer dan celana apa saja.
“I think untuk yang sekarang definitely twenties, near thirties. Tapi yang di sana (New York) kemarin yang lari ke aku banyak juga yang di-fourties. Si kemeja yang ini kalau nggak salah jatuhnya Rp599 ribu, itu stretchy actually. Kalau yang T-shirt-nya Rp490 ribu. Jadi memang antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu lebih,” kata Maggie.
Editor: Tuty Ocktaviany