Nicholas Saputra Jadi Juri di Ajang Genera-Z Berbakti 2026, Soroti Isu Desa Wisata!
JAKARTA, iNews.id – Aktor Nicholas Saputra didapuk menjadi salah satu panelis dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026. Bersama aktris Cinta Laura Kiehl dan ilmuwan sekaligus wirausahawan sosial Tri Mumpuni, dia menguji gagasan para mahasiswa yang berlomba menghadirkan solusi inovatif untuk pengembangan desa wisata di Indonesia.
Pada babak final, delapan tim dari berbagai perguruan tinggi harus melalui sesi Head-to-Head, yakni adu argumen secara langsung untuk mempertahankan proposal yang telah mereka susun. Mereka saling menguji ide, menjawab pertanyaan, hingga mempertahankan solusi yang ditawarkan demi memperebutkan empat desa wisata binaan.
Suasana kompetisi berlangsung sengit karena setiap tim berusaha meyakinkan panelis bahwa program yang mereka rancang layak diterapkan di desa tujuan.
Salah satu peserta, Ghifari dari Universitas Padjadjaran, mengaku atmosfer kompetisi membuat semangatnya semakin terpacu.
"Jiwa kompetitif saya akhirnya tersentil juga, jadi saya ingin memberikan yang terbaik. Saya percaya diri dan senang bisa melakukan head-to-head untuk saling menguji kekuatan proposal dengan tim lawan," kata Ghifari dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).
Pada sesi tersebut, Ghifari berhadapan dengan Miki dari IPB University dalam memperebutkan kesempatan mengembangkan program di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur.
Miki pun mengaku datang dengan keyakinan penuh terhadap gagasan yang telah disusun timnya.
"Saya tidak mau terlalu memikirkan lawan siapa. Terkait isi argumen, saya sangat yakin pilihan solusi yang tim kami rumuskan adalah pilihan terbaik dan siap untuk diterapkan," ujarnya.
Tak hanya adu gagasan, para finalis juga dituntut mampu menyampaikan ide secara sistematis agar mudah dipahami masyarakat ketika nantinya diterapkan di lapangan.
Panelis Tri Mumpuni menegaskan, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki mahasiswa.
"Mahasiswa harus mampu menyampaikan ide secara runut, jelas, dan terstruktur, agar gagasannya mudah dipahami. Setelah berhasil memahami akar masalah yang ingin diselesaikan, mereka harus bisa merumuskan solusi secara kritis hingga menjadi program kerja nyata yang dapat diimplementasikan di desa," kata Tri Mumpuni.
Babak final Genera-Z Berbakti 2026 mempertemukan delapan finalis yang memperebutkan kesempatan mengimplementasikan program di empat desa wisata binaan BCA, yakni Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Kota Tomohon.
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menilai semangat kompetitif para peserta menjadi modal penting saat menjalankan program pengabdian di masyarakat.
"Kami melihat antusiasme dan semangat kompetitif para finalis di setiap tahapan program sebagai hal yang positif. Ini menunjukkan mereka benar-benar memahami dan meyakini ide masing-masing," kata Hera.
"Kami berharap semangat ini dapat terus mereka jaga, khususnya saat nanti mengimplementasikan program dan berkolaborasi dengan masyarakat di desa wisata binaan Bakti BCA," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi