Nunung Ungkap Tanda-Tanda Bisnis Kena Teror Tanah Kuburan, Terlihat Tutup padahal Buka!
JAKARTA, iNews.id – Komedian Nunung mengungkap sejumlah kejanggalan yang terjadi di warung makan miliknya di Solo, Jawa Tengah. Rumah makan yang sebenarnya tetap beroperasi justru terlihat seperti tutup di mata calon pelanggan.
Kondisi tersebut terjadi di tengah dugaan teror mistis setelah keluarga Nunung beberapa kali menemukan bungkusan mencurigakan yang disebut berisi tanah kuburan di sekitar area warung.
Salah satu kejanggalan yang paling dirasakan adalah calon pelanggan yang sudah datang menggunakan mobil, tetapi tiba-tiba pergi sebelum masuk ke warung. Padahal, Nunung memastikan tempat usahanya sedang buka.
Nunung mengaku sempat turun langsung ke Solo untuk memastikan laporan keluarganya mengenai kondisi warung. Saat berada di lokasi, ia melihat sendiri kejadian yang sebelumnya hanya diceritakan oleh sang adik.
"Pernah ada mobil datang, sudah mau parkir, tiba-tiba balik gitu, lho. Pas aku lihat kok ada yang datang balik. Terus adikku bilang, ‘Banyak Mbak yang balik-balik kayak gitu tuh, katanya tutup,’” kenang Nunung saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Kejadian tersebut ternyata bukan hanya dialami satu pelanggan. Menurut Nunung, cukup banyak calon pembeli yang mengira warungnya sedang tutup. Padahal, rumah makan tersebut tetap beroperasi secara normal dan hanya libur setiap Senin.
“Banyak sekali pelanggan-pelanggan itu bilang ke adik saya, ‘Kok warungmu tutup terus to?’ Padahal nggak pernah tutup, tutupnya tuh hari Senin,” tutur Nunung.
Situasi itu kemudian berdampak pada omzet. Dalam dua hingga tiga bulan terakhir, pendapatan warung Nunung mengalami penurunan yang cukup tajam.
“Turunnya sejak dua tiga bulan yang lalu. Kok kayaknya turunnya tuh betul-betul anjlok gitu lho,” bebernya.
Kecurigaan keluarga Nunung semakin muncul setelah menemukan benda menyerupai tanah kuburan. Benda tersebut ditemukan di sejumlah area sekitar warung, mulai dari halaman parkir hingga area joglo.
Nunung mengaku tidak mengetahui siapa yang meletakkan benda tersebut ataupun bagaimana benda itu bisa berada di sana.
“Ya sebetulnya kan aku orangnya percaya nggak percaya ya, hal-hal kayak gitu nggak percaya gitu lho. Tapi kenyataannya kalau ketemu itu dibuang, dibuang mirip bendanya itu terus. Tanah kuburan,” ujarnya.
Meski menemukan benda mencurigakan dan melihat sejumlah kejadian yang dianggap janggal, Nunung tidak ingin langsung menuduh bahwa kondisi warungnya disebabkan oleh teror mistis.
Ia memilih melakukan introspeksi dan berdoa agar diberikan petunjuk apabila memang terdapat masalah dalam pengelolaan usaha.
“Aku berdoa, ‘Ya Allah kalau memang ada kesalahan di dalam, beri petunjuk saya, akan saya benahi.’ Tapi kalau memang ada orang yang niat nggak baik dengan warung saya, ‘Ya Allah sadarkan dia.’ Udah, doaku cuma gitu aja, nggak mau suuzan,” ungkap Nunung.
Di tengah situasi tersebut, Nunung juga tidak berniat mencari paranormal untuk mengetahui siapa yang diduga meneror warungnya.
Ia justru memilih berserah diri dan memperkuat keyakinannya.
“Daripada kita punya pikiran, ‘Ayo kita cari lawan buat gini-ginian,’ aku nggak mau. Kan banyak orang pintar gitu, ‘Ayo di sana ada Mbak Nunung.’ Ah enggak, aku nggak kayak gitu. Aku punya Allah kok, Allah itu kekuatanku,” kata Nunung.
Sementara itu, Nunung tetap berusaha mempertahankan bisnis kulinernya. Ketika makanan yang sudah dimasak tidak habis karena warung sepi, ia memilih membagikannya kepada masyarakat sekitar daripada menyimpannya untuk dijual kembali keesokan hari.
“Aku kan paling nggak mau kalau masih utuh makanan itu disimpan untuk dijual besok, paling nggak mau. Mending kamu bungkus bikin kardus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir,” imbuhnya.
Editor: Muhammad Sukardi