Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Ternyata Guru sekaligus Jurnalis
Advertisement . Scroll to see content

Opal Suchata Lepas Mahkota Miss World 2025, Beri Pesan Mengharukan

Minggu, 06 September 2026 - 08:43:00 WIB
Opal Suchata Lepas Mahkota Miss World 2025, Beri Pesan Mengharukan
Opal Suchata menyelesaikan tugasnya sebagai Miss World 2025. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perjalanan Opal Suchata Chuangsri sebagai Miss World 2025 akhirnya sampai di penghujung masa jabatan. Setelah satu tahun membawa nama Thailand di panggung dunia, Opal harus melepaskan mahkota yang pernah mengantarkannya mencatat sejarah sebagai perempuan Thailand pertama yang memenangkan Miss World. 

Momen perpisahan itu menjadi semakin emosional ketika Opal Suchata membagikan pesan haru melalui media sosial. Bagi dia, melepas mahkota bukan sekadar mengakhiri sebuah periode, melainkan kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang, orang-orang yang ditemui, serta nilai yang telah dibawa selama menjadi Miss World.

Sebagai penutup perjalanan, Opal memilih mengenakan gaun putih strapless rancangan SIRIVANNAVARI. Gaun itu dibuat secara khusus untuk momen penting tersebut dan terinspirasi dari busana kerajaan yang dikenakan Her Majesty Queen Sirikit The Queen Mother, sosok yang dikenal memperjuangkan keindahan tekstil Thailand hingga dikenal di panggung dunia.

Gaun Putih Penuh Makna untuk Momen Perpisahan

Gaun tersebut dibuat menggunakan lebih dari 108 meter kain sutra dari SUPPORT Foundation. Kain itu kemudian dibentuk menjadi siluet elegan yang terinspirasi dari burung merak yang sedang membentangkan ekornya, simbol ikonik SIRIVANNAVARI.

Miss World 2025 Opal Suchata. (Foto: Instagram)
Miss World 2025 Opal Suchata. (Foto: Instagram)

Tidak hanya indah secara visual, setiap detail gaun juga memiliki makna. Struktur gaun dirancang dengan sangat presisi untuk menggambarkan filosofi Beauty with a Purpose, bahwa kecantikan tidak semata-mata untuk dikagumi, tetapi juga seharusnya memiliki tujuan dan memberikan sesuatu bagi orang lain.

Detail tersebut semakin hidup berkat bordir tangan yang dikerjakan para pengrajin SIRIVANNAVARI Atelier & Academy.

Kristal, manik-manik kaca, beads hingga payet disusun satu per satu membentuk motif burung merak. Hasilnya menciptakan efek tiga dimensi yang membuat motif tersebut seolah-olah hidup di atas permukaan kain.

Penampilan Opal kemudian dilengkapi perhiasan dari BeautyGems yang memadukan keindahan batu mulia dengan keterampilan para pengrajin Thailand.

Bukan Sekadar Gaun untuk Melepas Mahkota

Bagi Opal, gaun tersebut memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar busana yang dikenakan dalam sebuah acara perpisahan.

Gaun itu menjadi bagian dari cerita perjalanannya sebagai Miss World 2025. Di dalamnya terdapat perpaduan tekstil Thailand, seni, keahlian para pengrajin, sekaligus semangat perempuan Thailand yang dibawanya ke panggung internasional.

Setelah satu tahun menjalankan tugas sebagai Miss World, Opal memang harus menyerahkan mahkota kepada penerusnya.

Namun, perjalanan tersebut telah memberinya begitu banyak pengalaman yang tidak akan ikut hilang ketika mahkota berpindah tangan.

Sebelumnya, Opal juga telah menjalani berbagai agenda internasional sebagai Miss World, termasuk membawa pesan Beauty With a Purpose dan menjadi bagian dari berbagai kegiatan yang mempromosikan Thailand di dunia. Dia bahkan menjadi perempuan Thailand pertama yang memenangkan gelar Miss World setelah dinobatkan pada 31 Mei 2025 di Hyderabad, India.

Haru Melepas Mahkota, Bangga dengan Perjalanan

Dalam pesannya, Opal menggambarkan momen tersebut sebagai sebuah bab penting dalam hidupnya.

Miss World 2025 Opal Suchata memberikan mahkota Miss World 2026 ke Joheirry Mola. (Foto: Instagram)
Miss World 2025 Opal Suchata memberikan mahkota Miss World 2026 ke Joheirry Mola. (Foto: Instagram)

Ada kesan haru karena sebuah perjalanan yang begitu besar harus berakhir. Namun, di balik perpisahan itu juga tersimpan rasa bangga karena dia telah menjalani satu tahun yang mungkin tidak akan pernah terulang dalam hidupnya.

Bagi Opal, mahkota memang memiliki batas waktu. Namun, pengalaman, kenangan, dan sesuatu yang dia lakukan untuk orang lain dapat bertahan jauh lebih lama.

Pesan itu menjadi semakin kuat karena selama masa jabatannya, Opal tidak hanya tampil dalam berbagai agenda seremonial. Dia juga berulang kali menggunakan posisinya untuk membawa isu sosial dan budaya ke hadapan publik.

Dalam salah satu agenda terakhirnya sebagai Miss World, Opal bahkan kembali ke Thammasat University untuk berbicara kepada sekitar 7.000 mahasiswa baru. Dia mengajak generasi muda untuk mengenali nilai diri, berani mengambil kesempatan, serta keluar dari zona nyaman.

Opal: Kecantikan Bukan Hanya tentang Apa yang Kita Lihat

Pada akhirnya, perjalanan Opal sebagai Miss World 2025 seolah dirangkum melalui gaun putih yang dikenakannya.

Putih menjadi simbol sebuah akhir, tetapi juga awal dari babak baru. Mahkota mungkin harus dilepas, tetapi pesan dan pengalaman yang ditinggalkannya tidak harus ikut berakhir.

Opal menutup pesannya dengan sebuah refleksi yang menyentuh. Menurut dia, seorang perempuan mungkin hanya membutuhkan satu malam untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mahkotanya. Namun, apa yang dia ciptakan untuk orang lain dapat terus bersinar jauh setelah mahkota itu tidak lagi berada di kepalanya.

"Kecantikan bukan hanya ditemukan dalam apa yang kita lihat, tetapi dalam apa yang kita tinggalkan untuk dunia agar dikenang," tulisnya, dikutip Minggu (6/9/2026).

Kalimat tersebut menjadi penutup yang hangat bagi perjalanan Opal Suchata sebagai Miss World 2025.

Kini, mahkota itu telah berpindah kepada penerusnya, yaitu Joheirry Mola dari Republik Dominika yang berhasil meraih mahkota Miss World 2026. Namun bagi Opal, satu tahun sebagai Miss World bukan sekadar tentang gelar, panggung, gaun atau mahkota.

Itu adalah perjalanan tentang menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, membawa nama negaranya ke dunia, bertemu banyak orang, belajar dari berbagai pengalaman, dan meninggalkan jejak yang diharapkan tetap berarti bahkan setelah masa jabatannya berakhir.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut