Panas! David Beckham Angkat Bicara usai Brooklyn Menolak Damai dengan Victoria
JAKARTA, iNews.id - Mantan pemain sepak bola David Beckham menanggapi sikap keras putranya, Brooklyn Beckham, yang menolak berdamai dengan ibu kandungnya sendiri, Victoria Beckham. Apa respons David?
Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, David Beckham menyampaikan bahwa anak-anak akan selalu melakukan kesalahan dan itu sangat wajar. "Biarkan anak-anak membuat kesalahan," kata David, dikutip dari Independent, Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa ketika anak-anak melakukan kesalahan, dari sana mereka akan belajar mana yang baik dan mana yang buruk.

"Begitulah cara mereka belajar, dari kesalahan yang mereka perbuat. Itulah yang saya coba ajarkan kepada anak-anak saya. Terkadang Anda harus membiarkan mereka membuat kesalahan," terangnya.
Sebelumnya, Brooklyn secara blak-blakan mengungkap rahasia besar keluarganya yang selama ini dipendam demi citra positif di media. Brooklyn mengaku, orang tuanya penuh kepalsuan saat berada di depan kamera.
"Sepanjang hidup saya, orang tua saya telah mengendalikan narasi di media tentang keluarga kami. Unggahan media sosial di-setting sedemikian rupa, pun acara keluarga dan hubungan yang tidak real sudah menjadi bagian dari kehidupan saya sejak saya lahir," kata Brooklyn.
Lebih lanjut, Brooklyn mengklaim bahwa orang tuanya berusaha tanpa henti merusak hubungan baik dia dengan sang istri, Nicola Peltz. Bahkan, di hari pernikahan pun David dan Victoria penuh kepalsuan.
"Victoria telah membatalkan pembuatan gaun Nicola dan mengambil alih tarian pertama di pernikahan kami. Dia menari dengan sangat tidak pantas di depan saya, di depan semua orang. Saya belum pernah merasa setidaknyaman itu dan dipermalukan sepanjang hidup saya," ungkap Brooklyn.
Diketahui, Brooklyn Beckham memutuskan untuk 'cut off' kedua orang tuanya dari hidupnya. Keputusan besar itu disampaikan Brooklyn dalam curhatan panjang di Instagram. Salah satu alasannya adalah Brooklyn menilai Victoria dan David adalah orang tua yang penuh kepalsuan, dan ke anak-anaknya pun demikian.
Editor: Muhammad Sukardi