Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pernyataan Lengkap Fahira Almira Didiagnosis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Hasil Malaysia Beda
Advertisement . Scroll to see content

Panas! Fahira Almira Dapat Teguran Hukum Terbuka gegara Kasus Usus Buntu Viral

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:59:00 WIB
Panas! Fahira Almira Dapat Teguran Hukum Terbuka gegara Kasus Usus Buntu Viral
TikToker Fahira Almira mendapat teguran hukum terbuka. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - TikToker Fahira Almira tengah menjadi sorotan setelah pengalaman medisnya terkait diagnosis usus buntuviral di media sosial. Polemik tersebut kini memasuki babak baru.

Ya, organisasi Nalar Rawat resmi menyampaikan teguran hukum terbuka sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan narasi yang sudah disampaikan Fahira Almira di media sosial.

Sebelumnya, Fahira Almira mengaku sempat didiagnosis mengalami usus buntu oleh tiga rumah sakit di Indonesia dan disebut perlu menjalani operasi. Ia kemudian mencari second opinion ke Penang, Malaysia.

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan, Fahira mengaku mendapat kesimpulan berbeda dan tidak menjalani operasi usus buntu. Kisah tersebut kemudian viral, karena dianggap membandingkan pengalaman layanan kesehatan di Indonesia dengan rumah sakit di Malaysia. 

Polemik semakin melebar setelah muncul dugaan bahwa konten Fahira berkaitan dengan promosi rumah sakit di Penang. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang membuktikan adanya kerja sama endorsement antara Fahira dan rumah sakit tersebut. 

Nalar Rawat Layangkan Teguran Terbuka

Melalui pernyataan resmi, Nalar Rawat mengaku mencermati narasi mengenai Fahira Almira yang viral ini. Organisasi nirlaba itu kemudian menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan keputusan Fahira untuk mencari second opinion.

Menurut mereka, mencari pendapat medis kedua merupakan hak pasien dan harus dihormati.

Persoalan muncul ketika pengalaman klinis yang kompleks tersebut disampaikan kepada publik dengan narasi yang berpotensi menimbulkan kesan bahwa tiga rumah sakit di Indonesia telah melakukan salah diagnosis dan hampir melakukan operasi yang sebenarnya tidak diperlukan.

Padahal, menurut Nalar Rawat, data klinis dan perjalanan penyakit Fahira secara utuh belum diperlihatkan kepada publik.

Hasil Pemeriksaan Berbeda Tak Otomatis Berarti Salah Diagnosis

Nalar Rawat juga menyoroti perbedaan hasil pemeriksaan yang menjadi inti polemik.

Mereka mengingatkan bahwa hasil pemeriksaan yang berbeda pada waktu berbeda tidak secara otomatis membuktikan bahwa pertimbangan medis sebelumnya keliru.

Untuk menilai dugaan appendicitis secara objektif, menurut Nalar Rawat, perlu melihat sejumlah aspek sekaligus, mulai dari gejala, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, pencitraan atau imaging, terapi yang telah diberikan, hingga interval waktu antara pemeriksaan.

Hal ini menjadi penting karena diagnosis medis tidak semata-mata ditentukan berdasarkan satu hasil pemeriksaan.

Dalam kasus Fahira, pemberitaan sebelumnya menyebut hasil pemeriksaan di Penang menunjukkan ukuran apendiks sekitar 8,1 milimeter. Dokter di sana kemudian disebut mengaitkan kondisi tersebut dengan fecalith atau tinja keras yang menyumbat bagian usus buntu. 

Warganet Mulai Pertanyakan Dokter Indonesia

Viralnya cerita Fahira juga menimbulkan dampak di ruang publik.

Sejumlah warganet kemudian mempertanyakan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia setelah mendengar pengalaman Fahira yang memperoleh hasil pemeriksaan berbeda di Malaysia.

Nalar Rawat menilai fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sebuah narasi kesehatan dapat diterima dan diterjemahkan oleh masyarakat.

Mereka juga memahami bahwa komentar pihak ketiga tidak otomatis menjadi tanggung jawab Fahira. Namun, menurut Nalar Rawat, persoalan tersebut tetap perlu dijelaskan agar publik tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan satu sisi pengalaman.

Ada 5 Poin yang Diminta Diklarifikasi

Nalar Rawat kemudian meminta klarifikasi mengenai sejumlah hal yang dianggap penting dalam kasus Fahira Almira.

Pertama, mereka meminta penjelasan apakah tiga fasilitas kesehatan di Indonesia benar memberikan diagnosis definitif appendicitis atau diagnosis tersebut masih berupa dugaan atau suspek.

Kedua, mereka mempertanyakan apakah rekomendasi operasi memang telah diputuskan secara definitif.

Ketiga, Nalar Rawat meminta penjelasan mengenai data medis dan timeline pemeriksaan yang menjadi dasar narasi kepada publik.

Keempat, mereka meminta informasi mengenai terapi yang diterima Fahira sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kelima, Nalar Rawat mempertanyakan apakah terdapat hubungan berupa endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, maupun bentuk kerja sama lainnya dengan Island Hospital atau pihak yang mewakilinya.

Poin terakhir menjadi salah satu perhatian utama karena dugaan adanya hubungan komersial dengan rumah sakit di Penang sebelumnya memang telah menjadi bahan perdebatan di media sosial. Meski demikian, belum ada bukti atau konfirmasi resmi yang memastikan adanya endorsement tersebut.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut