Pengacara Sarwendah Merapat ke Ruben Onsu usai Bertemu Jhon LBF? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - PengacaraSarwendah, Chris Sam Siwu, menjadi sorotan setelah bertemu dengan Sunan Kalijaga dan Jhon LBF. Pertemuan tersebut kemudian dikaitkan dengan konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, termasuk munculnya narasi bahwa Chris mulai merapat ke pihak Ruben.
Namun, Chris Sam Siwu membantah anggapan tersebut.
Chris menegaskan, pertemuannya dengan Sunan Kalijaga dan Jhon LBF tidak berkaitan dengan perubahan posisi hukumnya dalam perkara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dia menyebut pertemuan itu berlangsung karena hubungan pertemanan yang telah terjalin cukup lama.
"Jadi, jangan lagi bikin narasi-narasi yang tidak sesuai fakta," ujar Chris di hadapan awak media, dikutip dari Intens Investigasi, Minggu (20/9/2026).
Menurut Chris, tidak ada pembicaraan khusus mengenai materi perkara Ruben dan Sarwendah dalam pertemuan tersebut. Dia juga menilai tidak ada alasan untuk menyebut dirinya meminta arahan kepada Sunan Kalijaga.
Pasalnya, Sunan Kalijaga bukan kuasa hukum Ruben Onsu dalam perkara yang sedang berjalan.
"Pertemuan saya dengan Bro Sunan, dengan Bro Jhon LBF itu semua murni perkawanan. Tidak berbicara khusus perkara, karena memang Bang Sunan ini bukan kuasanya Ruben," kata Chris.
Chris menjelaskan, pertemuan tersebut justru dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kegaduhan yang muncul di tengah konflik Ruben dan Sarwendah.
Dia menyebut tidak ada agenda khusus untuk mempertemukan atau mendamaikan kedua pihak dalam pertemuan tersebut. Menurut Chris, persoalan Ruben dan Sarwendah sebaiknya tetap diselesaikan melalui jalur persidangan.
"Kegaduhan ini bukan untuk mendamaikan langsung di tempat, tidak ada agenda apa pun. Hanya kegaduhan itu membuat lebih baik semua diselesaikan di persidangan," ujarnya.
Chris juga meminta Ruben Onsu, Sarwendah, serta para pendukung masing-masing pihak untuk tidak terus memperbesar konflik di ruang publik.
Dia berharap persoalan yang sedang diproses secara hukum dapat diselesaikan melalui persidangan tanpa dibarengi saling serang di media sosial.
Editor: Muhammad Sukardi