Pentingnya Pendidikan Fashion bagi Calon Perancang Busana Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Seorang perancang busana perlu memiliki daya kreativitas dan keterampilan yang mumpuni dalam menciptakan karya atau sebuah koleksi busana yang wearable dan relavan. Apalagi kini Indonesia telah mencanangkan menjadi pusat mode dunia pada 2025.
Selain merancang konsep dan desain busana, seorang desainer juga memerlukan skill tambahan sebagai entrepreneur. Hal itu yang menjadi alasan mengapa pendidikan formal di bidang fashion diperlukan.
"Sekolah fashion sangat penting memberi pembekalan calon fashion designer dalam hal teknik proses pembuatan baju, ide, dan konsep membuat koleksi busana, sampai cara berbisnis dalam industri fashion," kata desainer Lenny Agustin saat dihubungi iNews.id, Minggu 17 Maret 2019.
Lenny selaku salah satu tim pengajar di sekolah fashion Jakarta ISWI Fashion Academy mengutarakan bahwa tren pendidikan fashion ini tak sekadar mengajarkan para murid untuk merancang busana.
"Sekarang ini tren pendidikan fashion semakin mengarah kepada bagaimana mencetak calon desainer yang tidak saja andal dalam membuat koleksi busana, namun juga sebagai entrepreneur," ucapnya.
Walaupun tak semua perancang busana perlu edukasi formal terkait mode, Lenny mengatakan, tetap ada perbedaan antara yang belajar dengan cara otodidak dan mengenyam pendidikan formal.
"Perbedaannya antara belajar fashion secara otodidak dengan belajar dalam pendidikan resmi adalah fashion designer (dari pendidikan formal) akan memiliki landasan skill dan konsep yang kuat dalam berkreasi," ucap desainer dari Indonesia Fashion Chamber ini.
ISWI Fashion Academy merupakan perguruan tinggi mode pertama di Indonesia yang berkonsentrasi di bidang Fashion Design. Berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia (YPWI), memiliki Program Studi Desain Mode untuk jenjang pendidikan D3 yang telah terakreditasi. Selain D3, salah satu sekolah mode di Jakarta ini juga memiliki program short course (after hours dan weekend classes), serta workshop harian bagi para calon desainer.
Editor: Tuty Ocktaviany