Penyebab Kematian Bintang Jurassic Park Sam Neill Akhirnya Terungkap, Pneumonia
WELLINGTON, iNews.id – Penyebab meninggalnya aktor legendaris Sam Neill akhirnya diungkap ke publik. Bintang Jurassic Park itu meninggal dunia akibat pneumonia atau radang paru-paru, bukan karena kanker yang sebelumnya sempat diderita.
Kabar tersebut disampaikan agen lama Sam Neill, Philip Grenz, pada Rabu (16/7/2026), guna meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di kalangan penggemar.
"Sam meninggal karena pneumonia. Sebelum jatuh sakit, Sam telah berjuang dengan luar biasa dan berhasil mengalahkan limfoma berkat terapi baru bernama CAR-T," ujar Grenz dalam pernyataannya kepada Radio New Zealand, dikutip dari AFP, Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, keluarga mengumumkan bahwa Sam Neill meninggal dunia di Australia pada 13 Juli 2026 di usia 78 tahun. Mereka juga menegaskan bahwa sang aktor berada dalam kondisi bebas kanker saat mengembuskan napas terakhir.
Grenz menambahkan, keluarga akan menggelar upacara peringatan secara tertutup di Selandia Baru sesuai dengan keinginan mendiang.
"Sam adalah sosok yang sangat menjaga privasinya dan tidak menyukai perhatian berlebihan. Karena itu, keluarganya akan mengadakan memorial keluarga secara privat di peternakannya di Selandia Baru pada waktu yang akan ditentukan kemudian," katanya.
Meski tengah berjuang melawan penyakit dalam beberapa tahun terakhir, Sam Neill tetap aktif berkarya. Menurut Grenz, aktor tersebut telah menyelesaikan empat proyek film dalam setahun terakhir yang dijadwalkan dirilis dalam beberapa bulan mendatang.
Sam Neill pertama kali mengungkap perjuangannya melawan kanker pada 2023 melalui buku memoarnya. Saat itu dia mengaku didiagnosis mengidap limfoma non-Hodgkin stadium tiga dan sempat merasa dirinya "mungkin sedang sekarat."
Namun pada awal 2026, Neill mengumumkan dirinya telah dinyatakan bebas kanker setelah menjalani terapi genetik inovatif berupa CAR-T therapy, yakni pengobatan yang memodifikasi sel imun pasien agar mampu mengenali dan menghancurkan sel kanker.
Editor: Muhammad Sukardi