Permintaan Terakhir Ayah Thalita Latief sebelum Meninggal Dunia, Menyayat Hati
JAKARTA, iNews.id - Kepergian Riki Isman Latief, ayah dari artis Thalita Latief, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk sang keponakan, Edo Borne. Di balik kepergian ayah Thalita Latief tersebut, tersimpan satu kenangan yang kini terasa begitu berarti bagi Edo.
Sebelum berangkat ke Padang, Sumatera Barat, untuk menjalani operasi jantung, Riki ternyata sempat berulang kali meminta Edo datang ke rumah barunya. Permintaan sederhana itu rupanya menjadi pertemuan terakhir mereka.
Edo menuturkan, sang paman ingin dirinya berkunjung karena selama ini belum pernah melihat kediaman barunya. Edo pun akhirnya menyempatkan diri untuk memenuhi permintaan tersebut.
"Kemarin-kemarin saja almarhum sempat nyuruh gua datang ke rumahnya sebelum dia berangkat ke Padang. Karena dia pengin banget, maksudnya gua belum pernah ke rumah dia yang baru. Jadi dia selalu nanyain, nanyain, dan akhirnya gua sempetin," kata Edo Borne di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan itu menjadi kenangan yang tak akan dilupakan Edo. Dia sempat berbincang dengan Riki tanpa sedikit pun menyangka bahwa momen tersebut bakal menjadi perjumpaan terakhir mereka.
"Gua sempat ngobrol. Gua enggak nyangka sih kejadiannya bakalan seperti ini. Gua berharap dari operasinya sebenarnya lancar, sehat," tutur Edo.
Harapan tersebut rupanya tak terwujud. Riki yang diketahui telah lama mengalami masalah jantung akhirnya berpulang setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakitnya.
Bagi Edo, Riki bukan sekadar seorang paman. Sosok yang akrab disapa Om Riki itu dikenal sebagai pribadi yang hangat dan memiliki tempat istimewa di hati keluarga besar.
Edo bahkan mengungkapkan Riki merupakan salah satu anak kesayangan kakeknya. Kenangan masa muda sang paman pun masih melekat dalam ingatannya.
"Om gua tuh kesayangan kakek, salah satu yang tinggal di rumah kakek gua juga dulu waktu Om Riki masih muda," kenangnya.
Kini, kenangan tentang pertemuan terakhir tersebut menjadi bagian dari perjalanan Edo untuk mengikhlaskan kepergian sang paman. Tidak ada yang menyangka kunjungan yang awalnya sederhana justru menjadi kesempatan terakhir untuk berbagi cerita.
Di pemakaman Riki, Edo turut membantu proses pemakaman hingga turun ke liang lahat. Duka terlihat jelas ketika dia bersama keluarga mengantarkan Riki ke tempat peristirahatan terakhir.
Edo pun menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang pernah mengenal Riki.
"Untuk yang kenal sama Om Riki, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," ujar Edo.
Editor: Muhammad Sukardi