Pernah Gagal Membuat Kerajinan Keramik dari Tanah Liat? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Membuat kerajinan keramik dari tanah liat bisa dibilang susah-susah gampang. Namun saat sukses membuat kerajinan berbahan dasar tanah liat ini harga jualnya bisa jadi sangat tinggi.
Beberapa produk bisa dihasilkan dari olahan tanah liat ini antara lain seperti piring, gelas, vas bunga, dan masih banyak lagi. Amalia Sakinah Aulyani, perajin keramik selama 8 tahun ini menjelaskan untuk membuat keramik ada berbagai teknik yang harus dikuasai.
“Tekniknya hand building itu macam-macam ya, dibagi jadi 3. Ada pinching (mencubit), slab, coil (buat pilinan kemudian di susun),” kata Amalia saat ditemui di Studio 2 iNews Tower, Selasa (4/7/2023).
Dia mengatakan teknik-teknik di atas bisa digabungkan dalam cara pembuatannya. Perlu diingat dalam membuat produk-produk kerajinan tangan keramik kesabaran sangat berperan penting. Di mana rata-rata satu produk akan memakan waktu selama 1 bulan.
“Prosesnya sendiri ada banyak. Mulai dari proses pengeringan, pembakaran, pewarnaan, kemudian dibakar kembali sebelum siap untuk dijual atau dipasarkan,” katanya.
Selain kesabaran, ketelitian juga diperlukan. Semisal seberapa banyak tanah yang digunakan berpengaruh pada keberhasilan.
“Pembuatan keramik bisa gagal karena tanahnya terlalu tebal, pengeringannya terlalu cepat, atau pembakarannya terlalu buru-buru saat menaikkan suhunya,” kata Amalia.
Dia mengatakan lapisan yang terlalu tebal bisa membuat retak dan mengelupas saat mengering dan sebelum dibakar. Hal ini dapat menyebabkan tetesan yang mengalir pada rak pembakaran menjadi cacat pada lapisan lainnya, seperti menggelembung hingga meninggalkan lubang kecil.
Editor: Elvira Anna