Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cinta Laura Curi Perhatian di Victoria’s Secret Fashion Show 2026, Pakai Gaun Emas Mewah
Advertisement . Scroll to see content

Pernah Kerja sejak Usia 12 Tahun, Cinta Laura Ungkap Kunci Jadi Pemimpin Hebat

Minggu, 08 November 2026 - 15:20:00 WIB
Pernah Kerja sejak Usia 12 Tahun, Cinta Laura Ungkap Kunci Jadi Pemimpin Hebat
Artis Cinta Laura membahas soal pemimpin yang hebat. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjadi CEO atau founder perusahaan mungkin menjadi impian banyak anak muda saat ini. Namun, sebelum menduduki posisi tertinggi dalam bisnis, ada proses penting yang tidak boleh dilewatkan, yakni belajar menjadi anggota tim yang baik.

Hal tersebut diungkapkan aktris sekaligus pengusaha Cinta Laura. Menurutnya, kemampuan memimpin tidak bisa dibangun hanya dengan ambisi mendirikan perusahaan atau keinginan memiliki jabatan tinggi. Seseorang juga perlu memahami bagaimana bekerja di bawah arahan orang lain, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam sebuah tim.

Cinta menilai, pengalaman menjadi karyawan merupakan salah satu bekal penting sebelum seseorang benar-benar siap menjadi pemimpin. Sebab, seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi juga harus mampu memahami dan mengarahkan orang lain.

Cinta Laura saat menghadiri acara Investment Day Futurepreneur Lab 2026. (Foto: Mei Sada Sirait)
Cinta Laura saat menghadiri acara Investment Day Futurepreneur Lab 2026. (Foto: Mei Sada Sirait)

"Aku rasa penting sekali punya jiwa entrepreneur, tapi juga harus memiliki kesadaran diri. Banyak sekali zaman sekarang anak muda ingin menjadi pemimpin, tapi mungkin belum menjadi bisa dibilang employee yang baik agar bisa menjadi pemimpin yang baik," ujar Cinta dalam Investment Day Futurepreneur Lab 2026, Sabtu (7/11/2026).

Pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Cinta memiliki pengalaman panjang di industri kreatif karena sudah bekerja sejak berusia 12 tahun. Selama hampir dua dekade berkarier, dia pernah berada dalam posisi yang harus mengikuti arahan manajer, produser, hingga rumah produksi.

Dari pengalaman tersebut, Cinta belajar bahwa kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan menempatkan diri dalam sebuah tim merupakan keterampilan yang harus dimiliki sebelum seseorang memimpin orang lain.

"Aku sudah bekerja dari usia 12 tahun, hampir dua dekade di industri kreatif dan aku tahu rasanya bekerja di bawah seorang manajer, di bawah seorang produser, di bawah PH, di bawah pihak-pihak di mana aku harus belajar berkomunikasi, belajar berkolaborasi, dan juga belajar menempatkan diri," tuturnya.

Cinta juga mengakui pernah memiliki ambisi untuk segera menjadi CEO dan founder. Namun, seiring perjalanan kariernya, dia menyadari bahwa keinginan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan dan kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan anak muda adalah terlalu fokus mengejar posisi tinggi tanpa terlebih dahulu membekali diri dengan keterampilan kepemimpinan yang memadai.

"Pitfall anak muda zaman sekarang, termasuk aku pernah di posisi ini, adalah ingin cepat-cepat jadi CEO, ingin cepat-cepat jadi founder, but we're not equipped to be the best leader we can be," katanya.

Karena itu, Cinta mengajak anak muda untuk lebih mengenali kemampuan dan potensi diri sebelum memutuskan membangun bisnis. Menurutnya, setiap orang memiliki keunggulan berbeda. Ada yang kuat dalam menyusun visi dan strategi, sementara yang lain lebih memiliki kemampuan dalam menjalankan operasional.

Keduanya sama-sama dibutuhkan dalam membangun bisnis. Hal terpenting adalah memahami peran dan kemampuan diri sehingga dapat bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Selain membahas kepemimpinan, Cinta juga membagikan pandangannya mengenai kegagalan dalam membangun usaha. Dia menilai kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti oleh seorang entrepreneur, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki strategi.

Ketika bisnis tidak berjalan sesuai harapan, seorang pengusaha perlu mengevaluasi kembali berbagai aspek, termasuk riset pasar dan perencanaan bisnis. Dari proses tersebut, pendiri usaha bisa menemukan kekurangan yang sebelumnya belum disadari.

"Menurutku, kegagalan adalah sumber pembelajaran yang paling luar biasa yang bisa alami dalam hidup," ujarnya.

Cinta juga mengingatkan bahwa kegagalan dapat menjadi momentum untuk menentukan arah baru. Jika bidang bisnis yang dijalankan ternyata tidak sesuai dengan keahlian atau kemampuan, seorang entrepreneur perlu terbuka untuk mengevaluasi pilihan dan mempertimbangkan perubahan strategi.

Baginya, perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kemampuan untuk belajar dari kesalahan dan beradaptasi menjadi bagian penting agar bisnis dapat terus berkembang.

Lebih jauh, Cinta menekankan bahwa membangun bisnis seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Seorang pengusaha juga perlu memikirkan dampak yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Dia menilai berbagai persoalan, seperti ketimpangan sosial, lingkungan, dan pendidikan, membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, termasuk pelaku usaha. Karena itu, bisnis idealnya hadir sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Jadi penting sekali kita berusaha menjadi problem solvers atas masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat kita sekarang," pungkasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut