Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Ifan Seventeen Blak-blakan PFN Ngutang Rp2,7 Miliar: Doakan Kami
Advertisement . Scroll to see content

Personel Seventeen Herman dan Bani Meninggal Dunia, Ifan Masih Trauma

Minggu, 23 Desember 2018 - 19:33:00 WIB
Personel Seventeen Herman dan Bani Meninggal Dunia, Ifan Masih Trauma
Personel Seventeen. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kepergian Muhammad Awal Purbani dan Herman Sikumbang untuk selama-lamanya akibat tsunami Selat Sunda, membuat sang vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau Ifan terpukul. Sampai saat ini Ifan masih trauma.

Selain ditinggal Bani dan Herman, Ifan harus ikut mencari keberadaan istri, adik kembarnya, adik ipar, serta keponakan yang masih belum ditemukan.

"Ifan sendiri masih trauma, masih mencari," tutur Yulia Dian, perwakilan manajer dari grup band Seventeen, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018).

"Dia ke sana berangkat bersama keluarganya, bukan cuma sama bandnya. Dia ke Tanjung Lesung sama istrinya dan adik kembarnya. Adik kembar ya juga bawa anak dan istrinya gitu," ucapnya.

Mengenai upaya penyelamatan sendiri, Yulia menyatakan bahwa sejak semalam sudah ada tim yang berangkat ke lokasi. Akan tetapi, tertutupnya akses jalan membuat mereka sulit menggapai lokasi kejadian yang dialami oleh para personel, serta kru dari Seventeen.

Akan tetapi, Yulia memastikan bahwa tak lama lagi timnya akan segera sampai di sana. Mengingat dibutuhkannya segera bala bantuan, lantaran trauma berat kini tengah dialami oleh para anak asuhnya.

"Dari semalam tim sudah ada yang berangkat ke lokasi, cuma kendala belum bisa dijangkau. Akses menuju tempat itu sulit dijangkau karena mungkin orang pada panik dari sana dan tertutup akses ke sana karena bencana itu," katanya.

"Jadi, direncanakan sekitar sejam lagi tim kita akan sampai di sana karena anak-anak di situ mengalami trauma dengan keadaan," ucapnya, dimuat Okezone.com.

Seperti diketahui jumlah korban tewas dan luka-luka, serta kerusakan bangunan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (23/12/2018), pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut