Pertama Kali Adu Akting dengan Cak Lontong di Lakon Perempuan-Perempuan Pilihan, Begini Perasaan Rosiana Silalahi: Tak Kuat
JAKARTA, iNews.id - Lakon Perempuan-Perempuan Pilihan dari Indonesia Kita adalah kesempatan pertama bagi Rosiana Silalahi dalam seni peran. Dia pun mengungkap tantangan terbesar dalam menjalani senin peran itu.
Ternyata tantangannya bukan menghapal skrip atau latihan akting. Menurut Rosi, ada hal yang lebih besar ketimbang itu. Berakting di hadapan Cak Lontong justru dirasa paling susah dan tak mudah lantaran harus menahan kelucuan sang komedian.
"Saya bilang sama cak lontong, kayanya tantangan terbesarku adalah gak bisa nahan ketawa. Tak kuat rasanya," kata Rosiana Silalahi, ditemui Taman Ismail Marzuki, Jumat (16/9/2022).
Kekhawatiran Rosiana pun terbukti. Dirinya tak sanggup menahan gelak tawa mendengar ocehan Cak Lontong dan kawan-kawan di atas panggung.
"Benar aja, ada di satu babak, saya benar-benar gak bisa nahan ketawa, karena mereka improvisasinya gila" katanya.
Sejak awal Rosiana juga sudah menaruh curiga. Pasalnya, dialog Cak Lontong dirasa tidak lengkap. Sang jurnalis sekaligus presenter ini sudah menduga bahwa Cak Lontong dan beberapa pemain lain akan melakukan banyak improvivasi kocak.
"Menurut saya ini sih pementasan yang gila ya untuk satu teater. Kami hanya latihan 2 hari saja sebelum hari H, dan di hari H nya. Jadi bayangin orang seperti saya yang belum pernah main teater harus bermain dengan latihan 2 kali," ujarnya.
Beruntung, Rosiana dipertemukan dengan sederet pemain lain yang mampu mengisi kekurangan satu sama lain. Ya, lakon ini dibintangi oleh sederet pesohor tanah seperti Rieke Diah Pitaloka, Dira Sugandi, dan Cak Lontong.
Pertunjukan dari Indonesia Kita berjudul Perempuan-Perempuan Pilihan mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan. Dunia yang tenang dan nyaman tapa laki-laki dan itulah zaman keemasan perempuan.
Editor: Elvira Anna