Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ammar Zoni Minta Dukungan Netizen, Desak Majelis Hakim Putar Rekaman CCTV!
Advertisement . Scroll to see content

Petugas Akan Terus Pantau Ammar Zoni sebagai Tahanan Berisiko Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:40:00 WIB
Petugas Akan Terus Pantau Ammar Zoni sebagai Tahanan Berisiko Tinggi
Terpidana kasus peredaran narkoba, Ammar Zoni, masih berstatus sebagai tahanan high risk atau berisiko tinggi. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Terpidana kasus peredaran narkoba, Ammar Zoni, masih berstatus sebagai tahanan high risk atau berisiko tinggi. Tempat hukumannya telah dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba ke Lapas Karang Anyar, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kasubdit Kerja Sama Pemasyarakatan Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rika Aprianti, menegaskan pihaknya terus memantau perilaku Ammar Zoni bersama lima tahanan lainnya sebelum memulai proses asesmen penurunan status risiko.

Rika menyebut, pemantauan dilakukan selama enam bulan sejak pemindahan ke Nusakambangan pada 18 November 2025 hingga Mei 2026. Hasil dari pemantauan tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah status risiko Ammar bisa diturunkan.

“Nanti setelah 6 bulan kita asesmen ulang. Nanti kalau setelah 6 bulan hasil penilaian dari asesmennya terjadinya penurunan risiko, maka perlakuannya pun akan diturunkan risiko, sistem perlakuannya pun akan berbeda,” kata Rika Aprianti di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Rika menjelaskan, status di bawah high risk adalah medium risk atau risiko menengah. Pada level tersebut, narapidana masih berada dalam pengawasan ketat, namun tidak lagi dikategorikan sebagai tahanan berbahaya.

“Kayak yang pernah saya bilang turun step-nya menjadi maksimum sampai nanti jadi medium lagi kayak gitu. Kita sih berharap ya segera karena kan keberhasilan kita juga adalah pada saat si warga binaan itu terjadi perubahan perilaku,” ujarnya.

Menurut Rika, perubahan status risiko menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan di dalam lapas. Sebaliknya, jika seorang narapidana terus berada di lapas high risk, hal itu menunjukkan belum adanya perubahan perilaku yang signifikan.

“Kalau dia terus-terusan di lapas high risk kan berarti tidak terjadi perubahan perilaku, tapi kalau adanya dia berpindah ke lapas dengan tingkat pengamanan dan pembinaan yang menurun kita juga happy, bahagia,” katanya.

Untuk menurunkan status risiko, Ditjenpas memiliki sejumlah standar penilaian, mulai dari aspek kepribadian, spiritual, hingga psikologis. Seluruh instrumen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang dijalani warga binaan.

“Pasti ada instrumen-instrumen salah satunya juga meliputi pembinaan. Jadi walaupun dia kalau di Karang Anyar ada one-on-one-cell mereka ada pembinaan juga tapi memang pembinaan kepribadian,” ujar Rika.

Dia menambahkan, pola pembinaan di lapas high risk berbeda dengan lapas umum. Fokus pembinaan lebih diarahkan pada aspek spiritual, psikologis, serta perubahan pola pikir warga binaan.

“Kalau di lapas biasa kan pembinaan kepribadian kemandirian. Kalau dia mungkin lebih ke langsung berkaitan dengan spiritual, penyadaran hal-hal yang terkait dengan psikologis, hal-hal yang berkaitan dengan mindset-nya si warga binaan itu sendiri dan beberapa instrumen-instrumen lain,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut