Potret Pangeran Abdul Mateen yang Resmi Jadi Menlu Brunei
BANDAR SERI BEGAWAN, iNews.id – Sultan Hassanal Bolkiah resmi menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam dalam perombakan kabinet yang diumumkan pada Sabtu (6/6/2026).
Penunjukan tersebut menandai perubahan penting dalam pemerintahan Brunei. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, jabatan Menteri Luar Negeri tidak lagi dipegang langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah, melainkan diserahkan kepada generasi penerus keluarga kerajaan.
Pangeran Abdul Mateen yang kini berusia 34 tahun menggantikan posisi yang sebelumnya diemban sang Sultan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di Kesultanan Brunei yang selama ini dikenal memiliki sistem pemerintahan yang sangat terpusat.
Dalam reshuffle kabinet tersebut, menurut laporan Reuters, putra Sultan lainnya, Pangeran Abdul Malik, juga mendapat jabatan pertamanya di pemerintahan sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri.
Selamat! Pangeran Mateen Umumkan Sang Istri Hamil Anak Pertama
Sementara itu, pewaris takhta Brunei, Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri. Keputusan ini dinilai memperkuat kesinambungan dan stabilitas suksesi kepemimpinan kerajaan.
Meski menyerahkan urusan diplomasi kepada putranya, Sultan Hassanal Bolkiah tetap memegang tiga jabatan strategis sekaligus, yakni Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.
Viral Penjual Es Krim di Bromo Disebut Kembaran Pangeran Mateen, Netizen: Gantengan Ini
Penunjukan Abdul Mateen langsung menjadi sorotan internasional. Selama ini, dia dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan paling populer di Asia Tenggara. Selain aktif menjalankan tugas-tugas kerajaan, Abdul Mateen juga dikenal sebagai atlet polo yang pernah mewakili Brunei dalam berbagai ajang internasional.
Popularitasnya juga semakin meningkat berkat kehadirannya di media sosial yang memiliki jutaan pengikut dari berbagai negara. Profilnya yang modern dan dekat dengan generasi muda dinilai dapat membantu memperkuat citra Brunei di panggung global.
Menteri Negara Saudi Pangeran Turki Hadiri Resepsi Pernikahan Pangeran Brunei Abdul Mateen
Pemerintah Brunei berharap kehadiran Abdul Mateen di posisi Menteri Luar Negeri dapat meningkatkan peran diplomatik negara tersebut, sekaligus memperluas peluang investasi dan kerja sama internasional di berbagai sektor.
Selain pergantian posisi Menteri Luar Negeri, reshuffle kabinet kali ini juga mencatat sejarah baru dengan meningkatnya keterwakilan perempuan di pemerintahan. Jumlah perempuan dalam kabinet menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Brunei, dengan pengangkatan seorang Menteri Pendidikan serta tiga wakil menteri perempuan.
Pemerintah juga melakukan restrukturisasi dengan mengubah Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat diversifikasi ekonomi di tengah upaya mengurangi ketergantungan negara terhadap sektor minyak dan gas.
Perombakan kabinet dilakukan saat Brunei menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Meski pendapatan negara meningkat berkat tingginya harga energi dunia, pemerintah juga menghadapi tekanan akibat membengkaknya subsidi energi domestik.
Untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, pemerintah Brunei telah membentuk tim khusus guna memantau stabilitas pasokan energi dan menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Dengan ditunjuknya Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri, Brunei dinilai tengah membuka babak baru dalam diplomasi negara, dengan menampilkan wajah kepemimpinan yang lebih muda dan modern di tingkat internasional.
Editor: Muhammad Sukardi