Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hamish Daud Berduka, Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor Salju di Pakistan
Advertisement . Scroll to see content

Profil Nirmal Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi di Bumi yang Tewas di Broad Peak Pakistan

Minggu, 02 Agustus 2026 - 11:20:00 WIB
Profil Nirmal Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi di Bumi yang Tewas di Broad Peak Pakistan
Nirmal Purja si pemecah rekor yang meninggal dunia di gunung. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - ProfilNirmal Purja mendadak ramai dicari publik. Pendaki gunung ini tewas usai tertimbun longsor salju di Broad Peak Pakistan. 

Tak banyak orang menyangka perjalanan hidup Nirmal Purja akan berakhir di tempat yang selama ini menjadi rumah sekaligus panggung terbesar dalam hidupnya, gunung.

Pendaki legendaris asal Nepal itu meninggal dunia setelah rombongannya diterjang longsoran salju saat mendaki Broad Peak, Pakistan, pada 30 Juli 2026. Kabar tersebut mengejutkan komunitas pendakian dunia. 

Pendaki Nirmal Purja meninggal dunia di Board Peak Pakistan. (Foto: Instagram)
Pendaki Nirmal Purja meninggal dunia di Board Peak Pakistan. (Foto: Instagram)

Sosok yang selama ini dikenal nyaris 'tak terkalahkan' di pegunungan ekstrem justru mengembuskan napas terakhir ketika kembali melakukan hal yang paling ia cintai.

Bagi jutaan orang, Nirmal Purja bukan sekadar pemegang rekor dunia. Ia adalah simbol bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi. Dari seorang anak desa yang hidup dalam kesederhanaan, mantan prajurit pasukan elite Inggris, hingga menjelma menjadi salah satu pendaki terbaik sepanjang sejarah, kisah hidupnya menginspirasi banyak orang untuk percaya bahwa tidak ada yang benar-benar mustahil.

Lantas, siapa sebenarnya Nirmal Purja? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini. 

Profil Nirmal Purja

Nirmal Purja lahir pada 25 Juli 1983 di Distrik Myagdi, Nepal. Ia berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di kawasan pegunungan Himalaya.

Ayahnya merupakan mantan prajurit Gurkha, sedangkan ibunya adalah seorang petani. Kehidupan keluarganya jauh dari kata mewah. Dalam berbagai wawancara, Purja pernah mengungkapkan bahwa saat kecil ia bahkan pernah tidak memiliki alas kaki.

Namun justru dari kehidupan yang penuh keterbatasan itulah lahir mental pantang menyerah yang kelak mengubah namanya menjadi legenda dunia.

Pendaki Gunung Nirmal Purja meninggal dunia di Pakistan. (Foto: Instagram)
Pendaki Gunung Nirmal Purja meninggal dunia di Pakistan. (Foto: Instagram)

Dari Gurkha hingga Pasukan Elite Inggris

Sebelum dikenal sebagai pendaki, Purja lebih dahulu mengabdikan diri sebagai tentara.

Pada 2003 ia bergabung dengan Brigade of Gurkhas, satuan militer Inggris yang terkenal dengan disiplin dan keberaniannya.

Enam tahun kemudian, ia mencatat sejarah dengan menjadi Gurkha pertama yang berhasil lolos ke Special Boat Service (SBS), pasukan khusus Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang hanya dihuni prajurit-prajurit terbaik.

Karier militernya menjanjikan masa depan yang mapan. Namun, Purja memilih meninggalkan semuanya demi mengejar mimpi yang dianggap mustahil oleh banyak orang.

Bertaruh Segalanya Demi Sebuah Mimpi

Pada 2018, Nirmal Purja mengambil keputusan yang mengubah hidupnya.

Ia pensiun dari militer dan mempertaruhkan seluruh tabungan demi membiayai proyek ambisius yang diberi nama Project Possible.

Targetnya terdengar gila. Ia ingin mendaki 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter dalam waktu kurang dari tujuh tahun, rekor yang saat itu masih dipegang pendaki Korea Selatan Kim Chang-ho.

Namun Purja tidak ingin sekadar memecahkan rekor. Ia ingin menghancurkannya.

Menggemparkan Dunia dengan Rekor 189 Hari

Apa yang terjadi berikutnya benar-benar mengubah sejarah pendakian dunia.

Pada 2019, Purja berhasil menyelesaikan pendakian seluruh 14 gunung tertinggi di dunia hanya dalam 189 hari atau enam bulan enam hari.

Rekor sebelumnya membutuhkan waktu hampir delapan tahun.

Pencapaian tersebut membuat nama Nirmal Purja mendadak menjadi sorotan dunia. Ia membuktikan bahwa batas kemampuan manusia ternyata masih bisa terus didorong lebih jauh.

Tak hanya soal kecepatan, Purja juga dikenal karena keberaniannya membantu pendaki lain yang mengalami kesulitan di gunung, bahkan ketika tindakan itu berisiko menggagalkan target pribadinya.

Wajah yang Dikenal Jutaan Orang Lewat Netflix

Nama Purja semakin melejit ketika Netflix merilis film dokumenter 14 Peaks: Nothing Is Impossible pada 2021.

Film itu memperlihatkan perjuangannya menghadapi badai salju, longsoran, keterbatasan dana, hingga tekanan fisik luar biasa selama menjalankan Project Possible.

Dokumenter tersebut tidak hanya menampilkan aksi ekstrem di pegunungan, tetapi juga memperlihatkan sisi manusiawi seorang Purja yang selalu percaya bahwa mimpi besar harus diperjuangkan.

Sejak saat itu, "Nimsdai" menjadi nama yang dikenal jutaan orang, bahkan oleh mereka yang tidak pernah mendaki gunung.

Rekor demi Rekor Terus Bermunculan

Setelah sukses dengan Project Possible, Purja tidak berhenti.

Ia terus mencetak berbagai prestasi baru, di antaranya menjadi bagian dari tim yang mencatatkan pendakian musim dingin pertama ke K2 pada 2021, menyelesaikan pendakian 14 gunung tanpa bantuan oksigen tambahan, hingga menjadi pendaki pertama yang mencapai 50 kali summit di gunung-gunung berketinggian lebih dari 8.000 meter.

Di luar prestasi pribadi, Purja juga mendirikan Nimsdai Foundation, yayasan yang membantu masyarakat Himalaya melalui program kemanusiaan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.

Gunung Menjadi Tempat Perpisahan Terakhir Nirmal Purja

Pada akhir Juli 2026, Purja kembali melakukan ekspedisi ke Broad Peak di Pakistan bersama sembilan pendaki lainnya. Namun, perjalanan itu berubah menjadi tragedi.

Sekitar tengah hari pada 30 Juli, longsoran salju besar menghantam rombongan mereka. Seluruh anggota tim dinyatakan hilang.

Dua hari kemudian, pencarian menggunakan drone berhasil menemukan lokasi seluruh korban. Perusahaan ekspedisi kemudian mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja dan sembilan pendaki lainnya meninggal dunia.

Ironisnya, sosok yang selama ini berkali-kali selamat dari berbagai tantangan di gunung akhirnya berpulang di tempat yang selama hidupnya paling ia cintai.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut