Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Innalillahi, Sheila Majid Berdukacita
Advertisement . Scroll to see content

Profil Ryan Kyoto, Musisi Senior yang Meninggal Dunia

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:18:00 WIB
Profil Ryan Kyoto, Musisi Senior yang Meninggal Dunia
Sosok Ryan Kyoto memulai karier sebagai penyanyi lalu menjadi komposer musik. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Musisi senior sekaligus pencipta lagu legendaris Ryan Kyoto meninggal dunia pada Rabu, 28 Januari 2026. Penyebab kematian belum diketahui hingga sekarang. 

Sebelum meninggal dunia, nama Ryan Kyoto cukup dikenal publik sebagai pencipta lagu. Beberapa karyanya menjadi lagu ikonik sepanjang masa, misalnya saja 'Cinta Jangan Kau Pergi' yang dipopulerkan Sheila Majid. 

Sepanjang berkarier di dunia musik, Ryan Kyoto diketahui telah melahirkan banyak sekali karya. Tak hanya menciptakan lagu, tapi dia juga membawakan lagu itu sendiri sebagai penyanyi. 

Nah, buat Anda yang belum begitu familiar dengan sosok Ryan Kyoto, berikut ini profil selengkapnya. 

Musisi senior Ryan Kyoto meninggal dunia. (Foto: Instagram)
Musisi senior Ryan Kyoto meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Profil Ryan Kyoto, Musisi Senior yang Meninggal Dunia

Ryan Kyoto dikenal lewat kepekaan melodi dan lirik yang menyentuh hati. Ini yang membuatnya berbeda dari komposer musik lainnya. 

Nama dia begitu harum terdengar di era 80-90an. Penyanyi dan pencipta lagu ini banyak diidolakan sesama musisi, karena kepiawaiannya meracik lagu menjadi sangat indah. 

Setidaknya ada empat karya paling fenomenal dari Ryan Kyoto, yaitu Cinta Jangan Kau Pergi (Sheila Majid), Sendiri Lagi (Chrisye), Pasrah (Ermy Kulit), hingga Emosi & Emosi (Ryan Kyoto), 

Dengan hadirnya karya-karya tersebut menegaskan bahwa Ryan Kyoto adalah bagian penting dalam sejarah musik Indonesia. Karya-karyanya jadi bukti bahwa kekuatan lagu bukan hanya dari suara, tapi dari jiwa yang menuliskannya. 

Sebagai informasi, nama Kyoto diambil Ryan dari nama ayahnya yaitu Rokyoto. Dia mengubah sedikit nama tersebut hingga akhirnya menjadi Kyoto dan itu menjadi identitasnya dari awal berkarier hingga tutup usia. 

Ryan Kyoto menjadi komposer bukan pilihan awalnya. Sebab, dia memulai karier di industri musik sebagai penyanyi. Namun, takdir membawanya ke dunia komposer dan dari sana juga namanya kian melambung. 

Sebelum wafat, Ryan Kyoto aktif di Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Bersama AKSI, beliau ikut memperjuangkan keadilan royalti bagi para pencipta lagu. 

Menurut Ryan, setiap lagu milik penciptanya, dan setiap lagu dibawakan harus ada izin dari pencipta. Jadi, dia menitipkan pesan agar biasakan menghargai pencipta lagu, karena musik dan lagu, ada hati dan pikiran di baliknya.

Selamat jalan, Ryan Kyoto. Semua karyamu akan selalu dikenang indah. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut