Puluhan Desainer Meriahkan Ajang ISEF 2019, Salah Satunya Zaskia Mecca
JAKARTA, iNews.id - Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 menghadirkan pameran dan fashion show karya 77 desainer Muslim Indonesia dengan tema "Road to Sustainable Fashion". Acara ini digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan selama dua hari, 14-15 November 2019.
Dalam acara ini dibagi menjadi beberapa sesi fashion show. Pada parade yang pertama menghadirkan The Purun yang berkolaborasi dengan Vivi Zubedi, Saffana, Itang Yunasz, Rosie Rahmadi, Tuty Adib, Wad Studio, Wignyo Rahadi, Vee House by Alvy Oktrisni, Dian Pelangi, Irmaintan, Neera Alatas, Defika Hanum, dan Irna La Perle Heritage.
Untuk parade fashion show kedua menghadirkan AM by Anggiasari, Najua Yanti, Yanti Adeni, LEGAN by Runny Soema di Pradja, DE CHANTIQUE By Nining Santoso, Irma Hakim, Aprilia, Median Zein, Alfatir Muhammad, Sanet Sabintang, L.tru, dan Jeny Tjahyawati.
Untuk parade fashion yang terakhir menghadirkan Lisa Fitria, Aninda Nazmi, Ina Priyono, Hannie Hananto, Meccanism by Zaskia Mecca & Tasya Medina, Meeta Fauzan, Ask by Asky, Iva Lativah, Syukriah Rusydi, Shafira, Khanaan, Monica Jufry, Rasya.
Konsep-konsep fashion yang dimiliki setiap desainer tentunya sangat berbeda. Seperti salah satu desainer Muslim yang hadir saat jumpa pers, Devika Hanum yang memiliki inspirasi tentang musik rock and roll.
"Untuk koleksi kali ini memang menampilkan sisi dari anak muda sendiri. Saya kemas secara rock and roll untuk busana Muslimah. Saya buat ada androgininya, ada juga feminimnya, dan lebih modern," ujar Devika usai jumpa pers, Rabu 15 November 2019.
Devika juga menambahkan, dalam konsep fashion 2020 tetap pada alirannya mengembangkan trend fashion Muslim dengan androgini dan feminimnya.
Lain dengan Devika, Tasya Nur Medina dan Zazkia Adya Mecca memutuskan ikut terjun ke dunia fashion walaupun pada awalnya tidak mengetahui bagaimana menjadi desainer yang sebenarnya. Zazkia dan Tasya menampilkan hasil fashion yang berbeda. Kali ini tema yang dibuat adalah Kaba.
"Untuk tema kali ini, aku memutuskan untuk mengambil teman Kaba. Kaba itu salah satu nama anakku dan dia sangat jatuh cinta sama yang namanya ondel-ondel,” kata Zaskia.
Zaskia kembali menambahkan, “Buat aku, karyanya cukup unik-unik. Akhirnya aku berpikir bagaimana bisa mengabadikan dan merekam karya-karya anakku nggak cuma dengan buku gambar, aku perlihatkan ketika mereka besar. Tetapi aku bisa berkolaborasi dengan mereka, akhirnya aku menjadikan semua gambar anakku jadi sebuah karya."
Editor: Tuty Ocktaviany