Raffi Ahmad Dihujat, sang Ibu Amy Qanita Beri Pesan Menyentuh
JAKARTA, iNews.id - Nama Raffi Ahmad tengah menjadi sorotan setelah kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menuai kritik dari masyarakat. Di tengah polemik tersebut, sang ibunda, Amy Qanita, membagikan pesan menyentuh tentang pentingnya menjaga kejernihan pikiran dan kelembutan hati.
Unggahan Amy di Instagram Story pada Sabtu (30/10/2026) itu mencuri perhatian lantaran muncul ketika putranya ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, sejumlah warganet menyerukan aksi cancel culture terhadap Raffi Ahmad.
Dampak polemik tersebut juga merembet ke acara yang digagas RANS Entertainment di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah pihak dikabarkan memutuskan mundur dari acara tersebut.
Meski tidak secara langsung menyebut nama Raffi Ahmad, Amy membagikan tulisan yang mengajak seseorang untuk tetap berpikir kritis tanpa kehilangan rasa kasih sayang.
“Jagalah 2 hal ini dalam hidup: 1. Kejernihan akal 2. Kelembutan hati,” demikian tulisan yang dibagikan Amy.
Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa akal membantu seseorang melihat sesuatu secara lebih kritis. Sementara itu, hati berperan menjaga agar seseorang tidak kehilangan kasih sayang dan kerendahan hati dalam menghadapi berbagai persoalan.
Amy juga membagikan pesan tentang bagaimana seseorang sebaiknya menyikapi kesalahan orang lain. Menurut tulisan tersebut, seseorang boleh mengubah penilaian terhadap orang lain tanpa harus menyimpan kebencian.
“Kita boleh mengubah penilaian tanpa harus membenci. Boleh menyadari kekurangan seseorang tanpa merasa diri lebih baik. Boleh menjaga jarak tanpa harus menyimpan kebencian,” lanjut tulisan tersebut.
Pesan itu kemudian ditutup dengan ajakan untuk melakukan introspeksi diri. Seseorang tidak hanya perlu mengkritisi kekurangan orang lain, tetapi juga harus bersedia mengoreksi kesalahan sendiri.
“Dan yang paling penting, kita pun harus bersedia mengoreksi diri sendiri,” demikian bunyi akhir unggahan Amy.
Sebelumnya, Raffi Ahmad menjadi sorotan setelah menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026). Dalam acara yang digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat itu, Raffi hadir sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Saat itu, Raffi mengajak generasi muda melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Namun, kehadirannya justru menuai kritik dan memunculkan berbagai pertanyaan dari warganet mengenai penyelenggaraan acara tersebut.
Sorotan semakin meluas setelah muncul sejumlah kejanggalan terkait peserta dan pelaksanaan kegiatan. Raffi kemudian memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya hadir sebagai undangan dan baru menerima informasi mengenai acara tersebut pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. Raffi mengaku menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026 serta terbuka terhadap kritik dan masukan.
Editor: Dani M Dahwilani