Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Video Viral Suami Clara Shinta dengan Wanita Lain Tersebar, Netizen Murka!
Advertisement . Scroll to see content

Reaksi Clara Shinta Lihat Video Panas Suaminya dengan Wanita Lain, Gemetaran!

Senin, 30 Maret 2026 - 13:13:00 WIB
Reaksi Clara Shinta Lihat Video Panas Suaminya dengan Wanita Lain, Gemetaran!
Selebgram Clara Shinta mengaku gemetaran saat pertama kali melihat video panas suaminya dengan wanita lain. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selebgram Clara Shinta mengejutkan publik gegara membongkar video viral suaminya, Muhammad Alexander Assad, dengan perempuan lain. Clara mengaku sampai gemetaran saat pertama kali lihat videonya. 

Di momen itu juga, Clara akhirnya membagikan video viral suaminya ke Instagram. Dia mencoba untuk mencari solusi dengan membagikan video itu. 

"Aku minta maaf. Aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa. Pasti tahu," kata Clara, dikutip Senin (30/3/2026). 

Menjadi catatan penting, apa yang dialami Clara Shinta adalah reaksi normal tubuh ketika panik. Terlebih, ini berkaitan dengan pasangan pernikahan, dan perasaan tidak menyangka sebelumnya. 

Alasan Tubuh Gemetar saat Panik 

Gemetar saat panik berkaitan erat dengan mekanisme pertahanan tubuh yang dikenal sebagai fight or flight. Dan secara medis, hal tersebut merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres.

Menurut Cleveland Clinic, ketika seseorang mengalami ketakutan atau kecemasan, otak akan mengirim sinyal bahaya ke seluruh tubuh. Respons ini kemudian mengaktifkan sistem saraf yang memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin.

Hormon tersebut membuat tubuh bersiap menghadapi ancaman, meski ancamannya tidak selalu nyata secara fisik.

Dalam kondisi ini, tubuh mengalami berbagai perubahan cepat, seperti detak jantung meningkat, napas menjadi lebih cepat, dan otot-otot menegang.

Harvard Medical School menyebutkan, gemetar terjadi karena otot berada dalam kondisi sangat aktif akibat rangsangan saraf yang tinggi. Tubuh pada dasarnya sedang dipersiapkan untuk bergerak cepat, baik untuk melawan maupun menghindar.

Sementara itu, American Psychological Association menjelaskan bahwa kondisi panik dapat menyebabkan tubuh masuk ke fase hyperarousal, yaitu keadaan siaga tinggi. Pada fase ini, gejala fisik seperti gemetar, berkeringat, dan jantung berdebar menjadi hal yang umum terjadi.

Hal senada juga disampaikan NHS. Lembaga kesehatan Inggris ini menegaskan bahwa tubuh tidak selalu bisa membedakan ancaman fisik dengan tekanan emosional.

Artinya, kabar mengejutkan, stres berat, atau kecemasan berlebih pun bisa memicu reaksi yang sama seperti saat menghadapi bahaya nyata.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut