Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ria Ricis Pamer Foto Rayakan Halloween, Netizen Auto Colek Ustazah Oki Setiana Dewi
Advertisement . Scroll to see content

Ria Ricis Bikin Publik Figur Marah Tulis Kidzania 2026 di Karhutla, Nana Mirdad hingga Pandji Pragiwaksono Buka Suara

Sabtu, 07 November 2026 - 11:15:00 WIB
Ria Ricis Bikin Publik Figur Marah Tulis Kidzania 2026 di Karhutla, Nana Mirdad hingga Pandji Pragiwaksono Buka Suara
Ria Ricis dihujat usai menulis caption Kidzania 2026 di lokasi Karhutla, Nana Mirdad hingga Pandji Pragiwaksono buka suara. (Foto: Instagram Ria Ricis)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ria Ricis menuai kritik keras setelah mengunggah foto saat menjadi relawan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada caption yang ditulisnya, yakni “Kidzania 2026”.

Unggahan tersebut menuai kecaman karena Ricis dinilai menjadikan penderitaan masyarakat terdampak karhutla sebagai bahan candaan. Sejumlah publik figur, mulai dari Nana Mirdad, Pandji Pragiwaksono, hingga Adjie Santosoputro, turut menyampaikan kritik keras.

Polemik ini bermula setelah konten kreator Niko Junius menyindir kehadiran Ricis di lokasi karhutla. Niko mempertanyakan aksi Ricis yang membantu memadamkan api di area yang disebut sudah tidak terbakar. Dia bahkan menyamakan aktivitas Ricis dengan berada di KidZania, taman bermain edukatif untuk anak-anak.

Caption “Kidzania 2026” yang kemudian ditulis Ricis diduga merupakan respons sarkastik terhadap sindiran tersebut. Namun, unggahan itu justru memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.

Postingan yang menuai kontroversi tersebut kini telah dihapus. Meski demikian, sejumlah figur publik telanjur menyampaikan keberatan atas penggunaan istilah tersebut.

1. Nana Mirdad Ingatkan Bencana Bukan Ajang Pencitraan

Nana Mirdad menjadi salah satu figur publik yang memberikan kritik panjang terhadap polemik tersebut. Dia mengingatkan kegiatan membantu korban bencana seharusnya dilakukan dengan niat tulus, bukan dijadikan bahan pencitraan atau konten sarkastik.

Menurut Nana, penderitaan masyarakat yang terdampak karhutla bukan sesuatu yang pantas dijadikan bahan candaan maupun ajang mencari popularitas.

“Teruntuk semuanya yang baca ini, banyak pelajaran yang bisa diambil. Kalau mau bantu, bantu. Jangan dijadikan ajang pencitraan apalagi ajang clickbait yang sifatnya sarkastik,” tulis Nana dalam utasnya di Threads.

Dia juga menegaskan situasi di lokasi bencana menyangkut kehidupan banyak orang, bukan sekadar latar untuk membuat konten.

“Itu nyawa semua di situ, bukan mannequin. Itu nyawa semua, bukan ajang cari followers atau nama besar,” lanjutnya.

Nana kemudian mengingatkan kondisi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia tidak seharusnya dijadikan bahan candaan, apa pun konteksnya.

2. Pandji Pragiwaksono Pertanyakan Caption Kidzania 2026

Pandji Pragiwaksono juga ikut menanggapi caption “Kidzania 2026” yang ditulis Ria Ricis. Berbeda dari Nana yang memberikan pesan panjang, Pandji menyampaikan kritik melalui dua kalimat singkat.

“Kok bisa kepikir kidzania ya. Apanya yg kyk kidzania?” tulis Pandji.

Komentar tersebut memperlihatkan kebingungan Pandji terhadap penggunaan istilah yang identik dengan tempat bermain anak untuk menggambarkan situasi di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.

3. Adjie Santosoputro Soroti Popularitas dan Kurangnya Empati

Praktisi kesehatan mental Adjie Santosoputro turut menyinggung polemik yang melibatkan Ria Ricis. Dia mengaitkan penggunaan istilah “Kidzania” dengan sejumlah kontroversi ucapan publik figur sebelumnya, termasuk istilah “rakyat jelata” dan kalimat “bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi”.

Menurut Adjie, popularitas dan perasaan memiliki kuasa terkadang membuat seseorang berbicara tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.

“Itu salah satunya mungkin karena popularitas, merasa punya kuasa, itu licin sekali bikin orang ngomong seenaknya,” tulisnya.

Adjie kemudian menyoroti pentingnya kesadaran diri dan kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Dia mengingatkan seseorang perlu memikirkan bagaimana ucapannya diterima oleh pihak yang mendengarnya.

“Terlalu self centered, jadi sulit peka sama perasaan orang lain. Kurang kesadaran (self awareness) dampak dari ucapannya. Rendahnya perspective-taking, jadi sulit memahami perasaan orang lain,” lanjutnya.

Dia pun mengajak semua orang untuk terus belajar agar lebih berhati-hati dalam berbicara.

4. Dokter Ferry Kusmalingga Singgung Anak Korban Karhutla

Dokter Ferry Kusmalingga turut memberikan kritik keras terhadap caption Ria Ricis. Dia menilai penyebutan “Kidzania” tidak tepat karena membandingkan situasi karhutla dengan tempat bermain mewah.

Ferry juga menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap masyarakat, termasuk anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Menyamakan Karhutla dengan Kidzania. Menyamakan penderitaan saudara setanah air dengan playground mewah,” tulis Ferry.

Dia kemudian menyinggung data mengenai lebih dari 91 ribu anak balita yang disebut terkena ISPA serta bayi yang kehilangan nyawa akibat tragedi tersebut.

Ferry juga mengingatkan Ricis yang merupakan seorang ibu agar lebih memahami situasi masyarakat terdampak.

“Bencana dan penderitaan mereka bukan playground untuk kamu buat konten. So out of touch it disgusts me,” tulisnya.

5. Iim Fahima Mengaku Gemetar saat Menulis Kritik

Iim Fahima menjadi figur publik lain yang menyampaikan kemarahannya atas unggahan Ria Ricis. Dia mengaku biasanya memilih melewatkan konten influencer yang tidak disukainya.

Namun, kali ini Iim merasa unggahan tersebut sudah melewati batas. Dia bahkan mengaku sangat emosional ketika menuliskan tanggapannya di Threads.

“Never expected in my whole life gw bakal semarah ini sama postingan influencer,” tulis Iim.

Iim melanjutkan, biasanya dirinya hanya akan melewati unggahan yang dianggap tidak menarik. Namun, caption Ricis kali ini membuatnya merasa perlu menyampaikan keberatan.

“Biasanya ya paling gw skip. Tapi kali ini keterlaluan. Sampe gw gemeter nulisnya,” kata Iim.

Di sisi lain, Ria Ricis belum memberi tanggapan resmi atas kritik dari sejumlah publik figur. Dalam salah satu unggahannya Ria Ricis tetap memberikan respons positif termasuk dengan menjalankan kegiatan sosial di lokasi karhutla. "Aku aamiinkan yang bilang semua sudah telat & cerah????," tulisnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut