Rossa Bantah Oplas Wajah, Ini Pengakuannya!
JAKARTA, iNews.id - Diva Indonesia Rossa akhirnya buka suara terkait isu operasi plastik wajah yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dengan tegas, dia membantah kabar tersebut dan menyebutnya tidak benar.
Isu ini mencuat dan langsung menjadi sorotan publik. Banyak warganet berspekulasi soal perubahan penampilan Rossa, hingga memicu berbagai komentar negatif yang menyerang dirinya secara personal.
Dalam perbincangan bersama Ivan Gunawan, Rossa menjelaskan bahwa dirinya tidak mungkin menjalani operasi plastik di tengah jadwal yang sangat padat. Dia mengungkapkan, prosedur semacam itu membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
"Kalau operasi itu kan butuh waktu untuk downtime, bisa sebulan sampai dua bulan. Sedangkan aku tiap Senin live di TV," ujarnya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Usai Laporkan 78 Akun Medsos, Rossa Bakal Polisikan Orang Pakai Lagunya Tanpa Izin
Meski terlihat tegar, Rossa mengakui isu tersebut sempat mengguncang perasaannya. Hujatan yang terus berdatangan membuatnya tanpa sadar mulai meragukan diri sendiri.
"Ada momen aku sampai mikir, ‘Emang aku sejelek itu ya?’ Astaghfirullah, itu kepikiran banget," katanya dengan jujur.
Bukan Sakit Hati! Ini Alasan Rossa Laporkan 78 Akun Medsos ke Bareskrim
Perasaan itu bahkan sempat membuatnya tidak percaya diri untuk tampil di layar kaca. Padahal, Rossa telah membangun karier panjang selama hampir tiga dekade di industri musik Tanah Air.
Namun, dia memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Rossa mencoba melihat kejadian ini sebagai bagian dari ujian hidup yang harus dilalui, tanpa harus memenuhi ekspektasi semua orang.
"Daripada aku sedih terus, mungkin ini cobaan dalam karier aku. Kita juga nggak bisa bikin semua orang happy," ujarnya.
Di tengah badai isu, dukungan dari para penggemar menjadi kekuatan terbesar bagi Rossa. Dia bersyukur fans tetap solid dan tidak terpancing untuk membalas komentar negatif yang beredar.
Sebagai langkah tegas, Rossa juga telah melaporkan sejumlah akun yang diduga menyebarkan fitnah. Dia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih bijak dalam berkomentar di media sosial.
Editor: Muhammad Sukardi