Saaih Halilintar Canter Kuda di Jalan Aspal, Netizen Murka: Sangat Berbahaya!
JAKARTA, iNews.id – Konten selebgram Saaih Halilintar yang memperlihatkan dirinya menunggangi kuda keliling kota viral di media sosial. Namun, di balik banyaknya pujian terhadap kemampuan berkudanya, tak sedikit netizen yang justru menyoroti satu hal, yakni aksi Saaih melakukan canter di jalan beraspal.
Kolom komentar video tersebut dipenuhi kritik dari para pencinta dan pegiat berkuda. Mereka menilai keputusan memacu kuda dengan kecepatan canter di atas permukaan aspal berpotensi membahayakan kesehatan kuda.
Salah seorang netizen menuliskan komentarnya. Dia menilai, keputusan Saaih canter kuda di aspal adalah hal yang tidak bijak untuk hewan tersebut.
"Kak, mohon maaf komen, izin, ya, kak. Canter kuda di jalan beraspal sangatlah berbahaya. Permukaan aspal yang keras menimbulkan gelombang kejut yang merusak sendi dan tulang kaki kuda, serta meningkatkan risiko terpeleset dan cedera fatal bagi kuda maupun penunggangnya. Bisa merusak sendi dan tulang kuda," kata si netizen, dikutip Senin (6/7/2026).
Komentar serupa juga bermunculan dari pengguna media sosial lainnya. Banyak yang mengingatkan bahwa meski kuda memang dapat berjalan di jalan raya dalam kondisi tertentu, bukan berarti aman untuk dipacu dalam kecepatan tinggi di atas permukaan aspal.
Lantas, benarkah canter di jalan beraspal berbahaya bagi kuda?
Sejumlah referensi veteriner menunjukkan bahwa kekhawatiran netizen tersebut memiliki dasar ilmiah.
British Horse Society (BHS), organisasi berkuda di Inggris, menjelaskan bahwa permukaan jalan beraspal yang keras merupakan salah satu permukaan dengan risiko tertinggi bagi kuda. Aspal dapat menghasilkan benturan (concussion) yang diteruskan ke sendi-sendi kaki kuda, sementara permukaan yang licin juga meningkatkan risiko tergelincir.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Equine Veterinary Journal juga menjelaskan bahwa interaksi antara kuku kuda dan jenis permukaan tanah sangat memengaruhi beban yang diterima sistem muskuloskeletal kuda. Permukaan yang lebih keras menyebabkan gaya benturan yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan tekanan pada tulang, sendi, tendon, dan ligamen apabila dilakukan secara berulang atau dalam kecepatan tinggi.
Senada dengan itu, sejumlah dokter hewan olahraga kuda menjelaskan bahwa permukaan keras seperti jalan raya memang masih dapat dilalui untuk berjalan (walk) atau dalam kondisi tertentu digunakan sebagai bagian dari latihan dengan pengawasan. Namun, canter bahkan gallop di atas aspal umumnya tidak dianjurkan karena meningkatkan gaya benturan pada setiap pijakan kaki kuda.
Selain berisiko terhadap sendi dan tulang, permukaan aspal juga memiliki daya cengkeram yang berbeda dibanding arena berkuda atau tanah berpasir. Jika kuku kehilangan traksi, kuda berpotensi terpeleset yang dapat menyebabkan cedera baik pada hewan maupun penunggangnya.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa risiko cedera dipengaruhi banyak faktor, seperti kecepatan, durasi berkuda, kondisi kuku dan tapal kuda, bobot penunggang, hingga kondisi permukaan jalan. Karena itu, video singkat yang beredar di media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan apakah kuda mengalami cedera atau tidak.
Editor: Muhammad Sukardi