Tak Banyak Tahu, Suami Nikita Willy Ternyata Cucu Penasihat Hukum Bung Karno
JAKARTA, iNews.id - Suami Nikita Willy, Indra Priawan Djokosoetono, dikenal sebagai pengusaha muda yang juga cucu pendiri perusahaan taksi Blue Bird. Namun tak banyak tahu dia juga keturunan dari penasihat hukum Presiden pertama Indonesia Bung Karno.
Nama Djokoesoetono yang melekat di belakang nama Indra Priawan memang bukan sembarangan. Nama tersebut berasal dari sang kakek, mendiang Profesor Djokoesoetono.
Bagi mahasiswa atau lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, nama Djokosoetono tentu tidak main-main. Dia merupakan dekan pertama FH UI. Begitu besar jasa dan pengaruhnya, sosok Djokosoetono juga diabadikan dalam patung perunggu di halaman kampus tersebut.

Indra Priawan merupakan putra dari Chandra Suharto Djokoesoetono, anak pertama pasangan Djokosoetono-Mutiara Fatimah. Kelak ketika Djokoesoetono wafat, Mutiara bersama anak-anaknya mendirikan perusahaan transportasi.
Sebelum berubah nama menjadi Blue Bird, perusahaan taksi yang didirikan Mutiara dinamakan Chandra Taksi. Chandra tak lain ayah dari Indra Priawan.
Lahir di Surakarta pada 1908 (ada juga yang menyebut 1904), Djokoesoetono meraih gelar meester in de rechten. Namun, ketika Indonesia meraih kemerdekaan, Djokoesoetono mengganti gelar itu dengan sarjana hukum (SH), suatu hal yang tak banyak dilakukan orang lain karena merasa gelar dari Belanda saat itu lebih hebat.
Berbagai literatur menyebut Djokoesoetono sebagai salah satu intelektual hukum Indonesia terkemuka. Pemikiran dan kiprahnya menghiasi Tanah Air, terutama pada masa-masa awal kemerdekaan.
Selain dekan pertama FH UI, Djokoseoetono merupakan salah satu pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia juga pendiri sekaligus Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Dalam buku “Sang Burung Biru” yang menceritakan kiprah Mutiara Fatimah dalam mendirikan Blue Bird, disebutkan peran besar Djokosoetono dalam pengambilalihan UI dari tangan Belanda. Hebatnya pula, Djokosoetono dan sang istri merupakan sosok sederhana.
“Mereka hidup sederhana. Barangkali kebanyakan orang yang menganggap mereka tidak sederhana. Suaminya (Djokoesoetono) memiliki jabatan terhormat, Gubernur PTIK dan PTHM. Terakhir, Pak Djoko menjadi penasihat hukum Presiden RI, Soekarno,” tulis buku tersebut, dikutip Minggu (18/10/2020).
Editor: Zen Teguh