Tangis Fitri Salhuteru Pecah saat Bersimpuh di Makam Ibunda Tercinta, Ada Penyesalan Besar!
JAKARTA, iNews.id – Tangis dan luka mendalam tengah dirasakan figur publik Fitri Salhuteru. Dia akhirnya bisa bersimpuh di makam ibunda tercinta setelah hampir satu tahun sang Mami meninggal dunia.
Momen haru itu dibagikan Fitri Salhuteru melalui unggahan video terbaru di Instagram. Dalam caption-nya, Fitri mencurahkan isi hati tentang penantian panjang untuk menemukan makam sang ibu.
Bagi Fitri, kehilangan seorang ibu sudah menjadi pukulan berat. Namun, rasa kehilangan itu terasa semakin menyakitkan karena dia mengaku tidak diberitahu mengenai kepergian sang Mami.
"Akhirnya aku menemukanmu setelah hampir 1 tahun kepergianmu dan aku selalu mencari di mana makammu," tulis Fitri dalam caption yang dikutip pada Kamis (3/9/2026).
Setahun berlalu, Fitri akhirnya datang ke tempat peristirahatan terakhir ibunya. Dia bersimpuh di hadapan pusara sang Mami dengan membawa begitu banyak kata yang selama ini tersimpan di dalam hati.
Sayangnya, semua yang ingin disampaikan secara langsung kepada sang ibu kini hanya bisa dititipkan melalui doa.
"Mami, hari ini aku datang bersimpuh di makammu. Ada begitu banyak kata yang ingin kusampaikan kepadamu, tetapi semuanya kini hanya bisa kutitipkan melalui doa," tulisnya.
Ada satu penyesalan yang begitu terasa dari curahan hati Fitri. Dia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir.
Fitri bahkan mengaku selama beberapa tahun terakhir tidak diberi akses untuk berkomunikasi dengan ibunya. Kondisi tersebut membuat perpisahan terakhir yang seharusnya bisa menjadi momen seorang anak dan ibu tidak pernah terjadi.
"Aku tidak sempat mengucapkan selamat jalan. Bahkan beberapa tahun terakhir tidak diberi akses untuk berkomunikasi, apalagi diberi ruang dan waktu melihat wajahnya untuk terakhir kali," ungkap Fitri.
Yang lebih memilukan, Fitri mengaku tidak mengetahui di mana ibunya dimakamkan.
"Bahkan aku tidak tahu di mana Ibuku dimakamkan," lanjutnya.
Di tengah kesedihan, Fitri berusaha menerima kenyataan bahwa kini tidak ada lagi kesempatan untuk memeluk, berbicara, ataupun mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya secara langsung.
Dia memilih menitipkan seluruh kerinduan dan kata-kata yang belum sempat tersampaikan melalui doa.
Namun, di balik kesedihan itu, Fitri juga menyampaikan kekecewaan kepada pihak yang menurutnya membuat hubungan dirinya dengan sang ibu menjadi semakin jauh.
"Semoga siapapun yang menjadikan hubungan kita jauh dan semakin jauh, Allah berikan balasan yang setimpal," tulisnya.
Meski terluka, Fitri berusaha mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak membiarkan rasa kecewa mengalahkan cintanya kepada sang ibu.
"Untuk diriku, kuatlah. Jangan biarkan rasa kecewa kepada manusia mengalahkan cintaku kepada Ibuku," tulisnya.
Pada akhirnya, hanya doa yang kini bisa menjadi cara Fitri untuk terus menunjukkan cintanya kepada sang Mami.
"Mami, sejauh apa pun aku dari tempat peristirahatanmu, doaku akan selalu mencari jalan untuk sampai kepadamu," tulis Fitri.
Dia pun menutup curahan hatinya dengan pesan perpisahan yang begitu emosional.
"Selamat jalan Mami. Aku mencintaimu, dan aku akan selalu merindukanmu," kata Fitri.
Editor: Muhammad Sukardi