Taqy Malik Jadi Incaran Polisi Arab Saudi Imbas Konten Sedekah Makanan
JAKARTA, iNews.id - YouTuber Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, dia disebut pernah menjadi incaran polisi Arab Saudi imbas konten sedekah makanan pada 2025 lalu.
Kabar tersebut diungkap oleh rekannya, Randy Permana, dalam wawancara daring belum lama ini. Dia menyebut perhatian otoritas keamanan setempat muncul karena Taqy diduga melanggar aturan kerajaan terkait donasi.
"Itu kasusnya dia jual makanan, sedekah makanan. Dan dia Story-nya dia itu tembus dilihat oleh pihak ada beberapa polisi intel di Madinah lah. Karena dia waktu berbagi itu, berbagi makanannya bukan di area masjid tapi di area Masjid Quba saat itu," kata Randy Permana.
Randy melanjutkan, makanan yang dibagikan disebut tidak sesuai dengan selera jamaah setempat sehingga banyak yang terbuang. Kondisi tersebut diduga menimbulkan masalah kebersihan di sekitar lokasi.
Dicecar 26 Pertanyaan, Eks ART Inara Rusli Bantah Sebar Rekaman CCTV ke Virgoun
"Karena makanannya itu enggak sesuai lidah jamaah di sana, akhirnya banyak makanan yang kebuang di sana dan bikin kotor," sambungnya.
Menurut Randy, intelijen di Madinah bahkan telah mengantongi bukti-bukti kegiatan tersebut. Konten yang viral di media sosial disebut memudahkan pelacakan melalui sistem biometrik visa.
Virgoun Klaim Pernyataan Eva Manurung Serang Inara Rusli Tak Wakili Dirinya
"Dan itu akhirnya dicari siapa nih yang bagi-bagi di sini, ketika dicari tahu ya Taqy itu. Setelah itu dia langsung pindah ke Makkah. Nah ketika dia dicari sampai ke Makkah dan sekarang dia udah enggak pernah nge-pos-nge-pos lagi kan untuk wakaf Alquran ataupun sedekah makanan," lanjutnya.
Viral Virgoun Bikin Klarifikasi tentang Eva Manurung, Ada Apa?
Tak hanya soal sedekah makanan, Randy juga membongkar dugaan keuntungan besar dalam program wakaf Alquran yang dijalankan mantan suami Salmafina Sunan tersebut. Dia menyebut harga mushaf yang dijual kepada jamaah jauh lebih tinggi dibanding harga toko.
"Dia menjual mushaf dengan harga Rp330.000, padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ujar Randy Permana.
Virgoun Putus Komunikasi dengan Inara Rusli, WA Dipegang Insanul Fahmi
Meski begitu, Randy menilai praktik tersebut bukan penipuan secara langsung. Namun dia mempertanyakan selisih harga dan mekanisme penyaluran wakaf yang dilakukan.
"Sebenarnya kalau nipu enggak. Ya dia istilahnya dia membuka harga mushaf Rp330.000 terus dia akhirnya menyalurkan dengan beli mushaf yang murah, maksudnya yang tidak sesuai dengan wakaf. Sedangkan wakaf itu ya nominalnya berapa ya kita wakafkan sesuai nominal," tambahnya.
Randy mengaku memiliki alasan khusus mengungkap persoalan tersebut. Dia merasa dirugikan secara personal maupun dalam lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
"Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman, dia yang enggak tinggal di sini tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman," tegas Randy.
"Itulah alasannya kenapa saya mengangkat isu ini seperti itu. Jadi sekalian aja ya udah saya buka, bongkar semua apa yang realitanya tentang mushaf Alquran di Makkah-Madinah," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dan tanggapan dari Taqi Malik terkiat kabad tersebut.
Editor: Dani M Dahwilani