Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 35 Link Pengganti Rebahin dan Lk21, Ini Daftar Terbaru 2026
Advertisement . Scroll to see content

Taskya Namya Akui Pernah Jadi People Pleaser, Sulit Menolak Ajakan meski Sedang Sakit

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55:00 WIB
Taskya Namya Akui Pernah Jadi People Pleaser, Sulit Menolak Ajakan meski Sedang Sakit
Taskya Namya mengaku pernah menjadi people pleaser yang selalu berusaha menyenangkan orang lain hingga mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri. (Foto: Mei sada)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktris Taskya Namya mengaku pernah menjadi people pleaser yang selalu berusaha menyenangkan orang lain hingga mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri. Dia bahkan kerap menerima ajakan orang lain meski sedang ingin menyendiri atau kondisi tubuhnya membutuhkan istirahat.

Pengalaman tersebut diceritakan Taskya saat menghadiri konferensi pers peluncuran trailer film People Pleaser kawasan Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Dia menyebut dirinya sebagai mantan people pleaser yang kini mulai belajar memahami keinginan dan batasan diri.

“Aku tuh alumni people pleaser,” ujar Taskya.

Dia mengungkapkan, dahulu dirinya sering merasa tidak enak untuk menolak permintaan orang lain. Ketika seseorang mengajaknya pergi atau meminta ditemani melakukan sesuatu, dia cenderung langsung menyanggupi tanpa mempertimbangkan kondisi fisiknya.

Kebiasaan tersebut bahkan membuat Taskya tetap memaksakan diri beraktivitas meski sedang sakit. Dia mengaku kesulitan mengatakan tidak karena khawatir mengecewakan orang lain.

“Padahal badanku tuh lagi sakit banget, tiba-tiba dia bilang kayak, ‘Temenin gue ini dong.’ ‘Ayo!’, langsung gitu,” katanya.

Seiring waktu, Taskya mulai menyadari dirinya tidak bisa terus-menerus mengutamakan keinginan orang lain. Dia pun belajar memahami kebutuhan pribadi dan menyadari menolak permintaan bukan berarti melakukan kesalahan.

Selain sulit berkata tidak, Taskya mengaku pernah terbiasa memendam perasaan ketika menghadapi sesuatu yang tidak disukai. Dia khawatir kejujurannya justru memicu konflik atau membuat orang lain tersinggung.

Akibatnya, perasaan yang tidak diungkapkan terus mengganggu pikirannya. Bahkan, hal tersebut bisa terbawa hingga waktu tidur dan masih dipikirkannya saat bangun keesokan hari.

Pengalaman itu membuat Taskya memahami pentingnya menyampaikan perasaan secara terbuka. Menurutnya, menetapkan batasan pribadi diperlukan agar seseorang tidak terus-menerus mengorbankan kenyamanan diri demi menyenangkan orang lain.

Kini, sebelum menerima ajakan atau permintaan, Taskya berusaha memastikan terlebih dahulu apakah dirinya benar-benar ingin melakukannya. Dia juga mulai membiasakan diri menyampaikan pendapat secara jujur, termasuk ketika tidak menyukai sesuatu.

Jika dahulu dia cenderung mengatakan sesuatu itu bagus demi menjaga perasaan orang lain, kini Taskya berusaha mengungkapkan penilaian sesuai dengan apa yang dirasakannya.

Dia menyebut pendekatan tersebut sebagai ugly truth, yakni memilih menyampaikan kenyataan secara jujur daripada memberikan jawaban yang bertentangan dengan perasaan sendiri. Bagi Taskya, belajar berkata jujur dan berani menolak menjadi bagian dari proses memahami serta menghargai diri sendiri.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut