Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aurelie Moeremans Nyaris Tidak Rilis Buku Broken Strings, Diintimidasi Mantan?
Advertisement . Scroll to see content

Terharu, Aurelie Moeremans Tak Menyangka Buku Broken Strings Bantu Banyak Perempuan Muda

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:06:00 WIB
Terharu, Aurelie Moeremans Tak Menyangka Buku Broken Strings Bantu Banyak Perempuan Muda
Aurelie Moeremans terharu, buku Broken Strings bantu banyak perempuan muda. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Artis Aurelie Moeremans mengaku terharu melihat dampak tak terduga dari buku Broken Strings. Kisah personal yang awalnya ditulis untuk dirinya sendiri ternyata menjadi sumber kekuatan bagi banyak perempuan muda yang selama ini merasa sendirian menghadapi pengalaman serupa.

Aurelie tak menampik, sejak awal dia sama sekali tidak menargetkan buku tersebut untuk menjangkau pembaca luas. Karena itu, besarnya respons publik menjadi kejutan tersendiri baginya.

"Jujur aku tidak menyangka. Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas. Tapi ternyata responsnya besar sekali," kata Aurelie Moeremans saat dihubungi awak media, Rabu (14/1/2026).

Menurut Aurelie, pesan yang paling membekas datang dari perempuan muda dan para orang tua yang mengaku merasa terbantu setelah membaca Broken Strings. Umpan balik tersebut membuatnya sadar bahwa ceritanya telah menjelma menjadi penguat bagi orang lain.

"Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu. Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan," ujarnya.

Aurelie menjelaskan, proses menulis buku itu sendiri bukanlah perkara mudah. Dia harus membuka kembali ingatan lama dan menuliskannya dengan sangat hati-hati agar kisah yang disampaikan tetap jujur dan bertanggung jawab.

"Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara intens dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu," ungkapnya.

Meski respons publik juga diwarnai polemik, Aurelie memilih melihatnya sebagai bagian dari perjalanan. Bagi dia, makna terbesar Broken Strings terletak pada kemampuannya menemani dan menguatkan perempuan muda yang selama ini kesulitan bersuara.

"Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama. Aku menulis supaya ceritaku bisa jadi teman buat mereka," tegasnya.

Aurelie pun menegaskan bahwa dukungan yang datang dari para pembaca menjadi alasan terkuat baginya untuk menerima segala konsekuensi yang menyertai peluncuran buku tersebut.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut