Terungkap! Ini Keinginan Terakhir Diding Boneng sebelum Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id – Aktor seniorDiding Boneng ternyata memiliki satu keinginan yang tak pernah berubah hingga akhir hayatnya. Meski kondisi kesehatan terus menurun, dia itu tetap ingin beraktivitas dan berkumpul bersama rekan-rekan seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Fakta tersebut diungkapkan adik kandung Diding Boneng, Zainal Arifin, usai sang kakak meninggal dunia pada Senin (3/8/2026). Menurutnya, Diding dikenal sebagai sosok yang tidak betah hanya berdiam diri di rumah.
Bahkan ketika sedang sakit, pemeran dalam sejumlah film Warkop DKI itu masih berkeinginan pergi ke TIM, tempat yang selama ini menjadi ruang berkumpul para pelaku seni.
"Dia ini orangnya nggak bisa diam. Sakit-sakit juga kadang-kadang keluar ke TIM. Nah, ini yang kami takutkan nanti dia ke TIM jatuh di jalan gitu, lho. Jadi dilarang," ujar Zainal di rumah duka kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Melihat kondisi kesehatan Diding yang semakin rentan, keluarga akhirnya sepakat membatasi aktivitas. Setelah diperbolehkan pulang dari RS Tarakan sekitar tiga hari sebelum meninggal dunia, Diding diminta untuk lebih banyak beristirahat di rumah.
"Sudah di rumah saja nggak usah keluar. Jadi di kamar saja, nggak keluar-keluar. Tapi kondisinya tenang, ya, mungkin sudah usia juga," katanya.
Menurut Zainal, keinginan Diding untuk tetap datang ke TIM mencerminkan kecintaannya terhadap dunia seni yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun. Semangat itu tetap ada meski tubuhnya sudah mulai melemah.
Zainal juga mengungkapkan bahwa kakaknya memiliki riwayat asma sejak usia muda. Penyakit tersebut merupakan faktor genetik yang juga dialaminya dan diduga ikut memperburuk kondisi kesehatan Diding hingga mengalami komplikasi stroke.
"Kalau sakitnya memang dari masa muda itu genetik ya, asma. Dia asma, saya juga asma. Karena bapak saya asma," ungkapnya.
Diding Boneng mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 06.04 WIB dalam usia 76 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus dunia hiburan Indonesia yang telah lama mengenalnya sebagai komedian dan aktor dengan dedikasi tinggi terhadap seni.
Editor: Muhammad Sukardi