Tips Tangkal Efek Buruk Internet pada Anak-Anak ala Alya Nurshabrina

Siska Permata Sari ยท Rabu, 18 Juli 2018 - 18:13 WIB
Tips Tangkal Efek Buruk Internet pada Anak-Anak ala Alya Nurshabrina

Miss Indonesia 2018 Alya Nursahabrina. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Berbeda dari era di masa lalu, anak-anak di zaman sekarang ini lebih akrab dengan penggunaan barang-barang digital, seperti ponsel pintar, tablet, computer, dan laptop. Anak-anak di zaman ini yang dilabeli sebagai generasi Z, juga akrab dengan mudahnya akses internet dan keberadaan media sosial.

Namun, hal-hal yang ada dalam lingkup digital seperti internet dan media social, tak memiliki dampak negatif jika tak bijak menggunakannya. Misalnya, pornografi, kekerasan, konten dewasa, hingga ujaran kebencian yang marak belakangan ini.

Sebagai Miss Indonesia 2018 yang peduli dan concern terkait isu anak, Alya Nurshabrina menekankan pada orangtua yang agar mendampingi penggunaan internet pada anaknya, apalagi usianya di bawah umur. Menurut dia, itulah cara menangkal efek buruk internet pada anak dan remaja.

"Kalau caranya menangkal hal-hal negatif di internet, ini penting sekali, yaitu orangtua enggak boleh gaptek (gagap teknologi). Orangtua harus tahu cara penggunaan internet, bersosial media, dan aktif di sana," kata Alya Nurshabrina ketika ditemui usai mengisi paparan di Sekolah Karakter, Genius Islamic School (GIS), Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/7/2018).

Bagi Alya, anak-anak zaman sekarang sangat berbeda dengan  zaman dulu, lantaran eranya yang telah berubah dinamis menjadi digital. "Generasi Z ini ke depannya sudah apa-apa digital. Sebagai orangtua, harus mau belajar sehingga bisa memberikan pengawasan kepada anak-anaknya," kata gadis asal Jawa Barat tersebut.

Meskipun banyak konten positif, internet juga memiliki konten luas yang tak terbatas, sehingga anak-anak bisa mengakses apa pun yang diinginkannya. "Internet itu juga bukan sebagai entertain saja, tetapi bisa menjadi sarana belajar, lewat situs, atau gim yang edukatif," kata dia.

Editor : Tuty Ocktaviany