Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Pengusaha Pemilik Kampus Terkenal di Jakarta, Siapa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Universitas Bakrie Gaet Komunitas Pelangi Tingkatkan Produktivitas Usaha Mikro

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:00:00 WIB
Universitas Bakrie Gaet Komunitas Pelangi Tingkatkan Produktivitas Usaha Mikro
Dr. Drs. Mercy Marvel, SH., M.Si memberikan materi tentang pendaftaran merek dagang dan paten. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dalam rangka mendukung salah satu tridharma perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) membuka skema hibah pengabdian dan penelitian. Universitas Bakrie berhasil mendapatkan hibah proposal berjudul "Pengabdian kepada Masyarakat dalam Peningkatan Pemberdayaan Komunitas Wanita Wirausaha Berbasis Produktivitas Pangan Olahan di Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan" yang didanai oleh Kemristekdikti tahun anggaran 2019.

Komunitas Pelangi bertempat di Pancoran, Jakarta Selatan. Pancoran dipilih karena memiliki potensi usaha mikro cukup besar. Ketua pelaksana acara sekaligus dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Nurul Asiah S.T., M.T menyebut bila program ini dibuat untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan masyarakat dalam berbisnis.

"Program ini masuk sebagai upaya meningkatkan peran, upaya, skill, dan pemahaman mulai dari mengenali produk, membuat inovasi, manajemen usaha, marketing strategi, menajemen keuangan, sampai mendaftarkan merek dagang mereka, desain logo, dan kemasan yang tepat. Keseluruhan program adalah meningkatkan skill dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produk mereka," ujarnya ketika ditemui di Kampus Universitas Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 18 Juli 2019.

Pengabdian kepada masyarakat tersebut dimulai sejak 9 April 2019 dengan melakukan observasi lapangan untuk mengetahui masalah yang kerap dihadapi oleh pelaku bisnis mikro di lapangan, sehingga dapat diaplikasikan dengan rangkaian kegiatan.

"Kita buat lima prioritas masalah, lalu kita buat training dan pendampingan. Di luar ini (workshop), kita lakukan pendampingan. Ada visit ke sana, lalu ada bazar. Kita awalnya maping dulu tindak lanjutnya adalah pelatihan pertama pada 30 April 2019 di kampus Rasuna Office Park, materinya pelatihan pengembangan produk dan branding," ucapnya. 

Berdasarkan lima permasalahan tersebut, disusunlah program pelatihan dan pendampingan yang mampu menjawab setiap persoalan. Dalam realisasi program tersebut, Universitas Bakrie mengajak Komunitas Pelangi meningkatkan produktivitas usaha mikro melalui pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan di Univeristas Bakrie pada 18 Juli 2019.

Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. Drs. Mercy Marvel, SH., M.Si, selaku Tim Pakar Kekayaan Intelektual Kementerian Ristek Dikti, Ardiansyah, Ph.D selaku Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie dan pengusaha Lensa Korea Dirda Muthi Kemala. Masing-masing pembicara menyampaikan materi sesuai bidangnya terkait manajemen keuangan dan mutu pangan, pendaftaran merek dagang dan paten, perizinan, labeling dan packaging, marketing strategi, serta bisnis online.

Wanita disasar karena memiliki peran besar dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Apalagi dengan usaha mikro ini dapat mempermudah mereka melakukan bisnis di rumah masing-masing, sehingga perannya di rumah tetap terkendali. Selain itu, usaha mikro dianggap mampu membuat lapangan kerja baru dan menjadi jawaban atas masalah besar pemerintah, yakni pengadaan lapangan kerja bagi masyarakat usia produktif.

Pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa untuk menciptakan sebuah inovasi produk, pengemasan hingga pemasaran berbasis digital. Mahasiswa yang dilibatkan berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan menerapkan sejumlah kajian ilmu di bidang komunikasi seperti Pengantar Komunikasi Pemasaran dan Media Digital, Pengantar Branding, dan Riset Komunikasi Merek. Mereka ditugaskan untuk menciptakan sebuah inovasi dari jenis usaha yang sudah dimiliki ibu-ibu dalam Komunitas Pelangi tersebut.

"Ide mereka kita salurkan untuk kebutuhan masyarakat, sehingga ide mereka bisa disampaikan ke masyarakat, syukur bisa diaplikasikan masyarakat. Kita buat bazar untuk test case ke konsumen sebenarnya yang sudah dibuat masyarakat dan mahasiswa, bisa diterima masyarakat atau tidak," ucapnya.

Salah satu peserta sekaligus ketua Komunitas Pelangi Yulistia Nirwan membenarkan banyak kendala selama melakukan usaha, terutama dari segi pemasaran. Wanita yang melakukan bisnis kerudung dan baju Muslim tersebut mengaku selama ini menyebarkan produknya melalui mulut ke mulut.

"Kendalanya pemasaran. Saya selama ini offline menjualnya dari mulut ke mulut. Kalau sudah tahu datang ke rumah, tapi saya maunya online. Tapi kalau online kan pengiriman tuh. Saya kan di rumah ada toko, harus jaga toko, terus agak jauh juga ke jasa pengiriman. Modal, kalau modal jika beli banyak jadi murah. Kalau saya kan masih dikit modalnya, masih terbatas. Kalau enaknya banyak bisa beli gulungan, bahan jadi lebih murah, tapi daya jualnya gak terlalu tinggi," ujarnya.

Yulistia bersama anggota Komunitas Pelangi mengaku senang dengan pelatihan yang diberikan oleh Universitas Bakrie bersama Menristekdikti tersebut karena mereka mendapat ilmu bisnis yang komprehensif.

Komunitas Pelangi telah berdiri sejak 2017, yang awalnya memiliki 10 anggota di Kelurahan Pancoran. Kini mereka beranggotakan sekitar 30 ibu-ibu dengan berbagi jenis usaha, namun sebagian besar bergerak di bidang pangan.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Bakrie ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro anggota komunitas tersebut. Setelah sejumlah pelatihan diberikan, mereka mampu mendaftarkan merek dagang dan hak paten yang memberi perlindungan hukum, sehingga produk mereka mampu bersaing secara nasional dan internasional.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut