Usai Tuduh Arya Khan Selingkuh, Pinkan Mambo Malah Ajak Rujuk!
JAKARTA, iNews.id – Penyanyi Pinkan Mambo membuat kejutan, dia meminta rujuk kepada sang suami, Arya Khan. Padahal, baru-baru ini Pinkan menuduh Arya selingkuh.
Keputusan mengejutkan itu diakui langsung oleh Pinkan Mambo. Ia mengatakan dirinya kini ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya setelah merenungkan banyak hal dan menyadari bahwa dirinya maupun Arya sama-sama memiliki kesalahan.
"Iya, kami berdua salah-salahannya banyak. Tapi kami lebih salah lagi sama Tuhan," ujar Pinkan Mambo, dikutip dari Intens Investigasi, Rabu (13/5/2026).
Pelantun Kasmaran itu juga mengaku bahwa dirinyalah yang pertama kali mengajak Arya Khan untuk kembali bersama. Setelah sempat dipenuhi pertengkaran dan isu perceraian, Pinkan kini memilih membuka lembaran baru.
Trauma Nikah dengan Pinkan Mambo, Arya Khan Pilih Hidup Sendiri Urus Anak
"Yang terakhir aku yang bilang, ‘Ayo kita balikan lagi, ayo kita perbaiki aja’," ungkap Pinkan.
Sebelumnya, Arya Khan ternyata sudah lebih dulu meminta agar hubungan mereka dipertahankan dan tidak berakhir di perceraian. Namun saat itu, hubungan keduanya masih dipenuhi emosi dan kekecewaan.
Alasan Arya Khan Ceraikan Pinkan Mambo, Tak Mau Dinomorduakan
“Seminggu sebelumnya Arya bilang, ‘ayo kita perbaiki, jangan cerai-cerai aja’,” lanjutnya.
Pinkan pun tak menampik bahwa rumah tangga mereka selama ini dipenuhi berbagai masalah. Ia mengaku sering tersinggung lantaran merasa kerap dibohongi oleh sang suami.
“Kalau menurut aku cewek kan enggak suka dibohongin, jadi dibohongin terus berkali-kali,” ujar Pinkan.
Tak hanya itu, Pinkan juga membongkar kebiasaan Arya Khan yang mudah marah karena hal-hal sederhana. Mulai dari urusan kopi hingga rasa cemburu karena Pinkan dianggap lebih memprioritaskan anak-anaknya.
"Dia enggak suka enggak dibikinin kopi, terus enggak suka apa-apa anak, apa-apa anak," katanya.
Meski sempat saling menyalahkan, Pinkan kini mencoba lebih dewasa menghadapi rumah tangganya. Ia menegaskan tidak ada pihak yang sepenuhnya benar dalam konflik mereka.
"Intinya dua-duanya banyak salah, enggak ada yang bener," tutup Pinkan.
Editor: Muhammad Sukardi