Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Mobil Rp100 Jutaan di GIIAS 2026, Ada yang Diskon Hampir Separuh Harga
Advertisement . Scroll to see content

Video Viral Kreator Ebemartono alias Emanuel Bryan Rekam Usher GIIAS 2026 Tanpa Izin

Senin, 03 Agustus 2026 - 13:51:00 WIB
Video Viral Kreator Ebemartono alias Emanuel Bryan Rekam Usher GIIAS 2026 Tanpa Izin
Kreator Emanuel Bryan viral gegara rekam usher GIIAS 2026 tanpa izin. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kreator konten Ebemartono alias Emanuel Bryan menjadi sorotan publik usai video berjudul 'Cara Deketin Cewek di Pameran' viral di media sosial. Seperti apa cerita selengkapnya?

Konten yang direkam menggunakan kacamata Meta itu menuai kritik lantaran menampilkan interaksi Bryan dengan seorang usherGIIAS 2026 yang belakangan mengaku tidak pernah memberikan izin untuk direkam maupun dijadikan objek konten.

Kasus tersebut semakin ramai setelah usher yang mengaku menjadi korban perekaman membagikan kronologi versinya melalui media sosial. Dalam unggahan berantai, dia menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang bekerja sebagai freelancer di salah satu booth mobil dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Menurut pengakuannya, dua pria menghampiri booth tempatnya bertugas dengan dalih menanyakan spesifikasi mobil. Sebagai usher, dia pun menjelaskan produk yang dipamerkan dan menjawab seluruh pertanyaan dengan sopan.

"Konten kreator ini datang ber-2 ke mobil yang aku jaga, awalnya menanyakan tentang mobilnya dan tentu aku menjelaskan dan menjawab dengan sopan," tulisnya di Threads, dikutip Senin (3/8/2026).

Tak hanya bertanya mengenai mobil, kedua pria tersebut juga disebut mulai menanyakan identitas pribadi seperti nama hingga umur. Dia mengaku tetap menjawab karena mengira percakapan tersebut merupakan obrolan biasa dengan pengunjung pameran.

Belakangan, dia baru mengetahui bahwa seluruh interaksi tersebut ternyata direkam menggunakan kamera yang terpasang pada kacamata Meta milik kreator konten tersebut.

Lebih lanjut, si usher tersebut menegaskan sama sekali tidak mengetahui dirinya sedang direkam. Ia mengatakan, di akhir percakapan memang sempat diperlihatkan seseorang yang memegang ponsel dan merekam dari belakang. Saat itu, dia mengira kamera hanya merekam area booth atau kendaraan yang dipamerkan.

"Di saat aku mengobrol dengan mereka, aku sama sekali tidak tahu kalau aku sedang divideo," tulisnya.

Beberapa waktu kemudian, seseorang mengirimkan hasil video yang telah diunggah dengan judul 'Cara Deketin Cewek di Pameran'. Dari situlah dia mengaku merasa tidak nyaman karena dirinya menjadi objek utama dalam konten tersebut.

"Isi konten dan narasi tersebut aku merasa sangat tidak nyaman," ungkapnya.

Merasa Tak Pernah Memberikan Persetujuan

Menurut usher tersebut, sejak awal tidak pernah ada pemberitahuan bahwa dirinya akan dijadikan fokus utama dalam sebuah konten media sosial.
Dia juga mengaku tidak diberi tahu bahwa kreator menggunakan kamera tersembunyi yang terpasang di kacamata.

"Di sini tidak ada persetujuan di awal kalau yang dibuat konten itu adalah aku perorangan," tulisnya.

Ia menambahkan, apabila video hanya menampilkan suasana pameran atau dirinya sekadar terekam secara tidak sengaja sebagai bagian dari keramaian, menurutnya kondisi tersebut masih dapat dimaklumi. Namun dalam kasus ini, dirinya merasa menjadi objek utama video.

Klaim Sempat Ditolak saat Minta Video Dihapus

Karena merasa keberatan, usher tersebut kemudian menghubungi Emanuel Bryan melalui pesan langsung (DM) dan meminta agar video tersebut diturunkan (takedown).

Menurut pengakuannya, permintaan tersebut sempat ditolak dengan alasan proses perekaman dilakukan di ruang publik (public space), sehingga tidak memerlukan izin.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, terlihat balasan yang berbunyi:

"Public space, ga perlu izin. Kalau private property perlu," kata Bryan.

Usher itu pun membalas bahwa meskipun berada di ruang publik, seseorang yang menjadi objek utama dalam video yang kemudian diunggah ke media sosial tetap semestinya dimintai persetujuan.

Pernyataan usher tersebut semakin menyita perhatian publik setelah dia mengklaim bukan hanya dirinya, tetapi juga rekan sesama usher yang meminta video tidak dipublikasikan disebut diminta membayar biaya produksi.

Dalam unggahannya, dia memperlihatkan tangkapan layar percakapan yang diduga berisi balasan:

"Kalau mau takedown boleh saja, tapi ada biaya cost yg perlu dipay atas biaya produksi videonya," ujar Bryan.

Dia mempertanyakan alasan pihak yang tidak pernah meminta dijadikan objek konten justru diminta membayar agar video diturunkan.

"Bahkan teman-teman aku sesama usher yang meminta mereka untuk tidak mem-post video mereka malah dimintai sejumlah uang. Kita tidak meminta dikontenin, bahkan dari awal kita tidak tahu kita dijadikan object konten oleh mereka," tulis si usher.

Belakangan, video yang menjadi kontroversi tersebut diketahui telah dihapus dari media sosial.

Meski demikian, usher tersebut menyatakan persoalan belum sepenuhnya selesai dan masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut