Viral Aksi Pak Bas Menyingkap Baju Erick Thohir, Begini Respons sang Desainer Didiet Maulana
JAKARTA, iNews.id – Perayaan Kemerdekaan HUT ke-78 RI berlangsung meriah. Para pejabat menteri serta jajarannya, dan segenap selebriti Tanah Air juga ikut meramaikan acara tersebut.
Pada upacara bendera yang dilaksanakan di Istana Negara, ada saja kejadian unik, lucu hingga viral di sosial media. Salah satunya momen saat Menteri PUPR yakni Basuki Hadimuljono kepo dengan busana yang dikenakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Aksi spontan Pak Basuki terjadi justru di tengah-tengah berlangsungnya upacara. Dengan santainya Pak Bas mengintip busana yang digunakan Erick Thohir. Pak Bas seolah penasaran dengan rancangan busana Erick Thohir yang berbeda dengan dirinya. Alhasil aksi kocaknya tersebut beredar di dunia maya.
Ternyata busana yang dikenakan oleh Erick Thohir dan menyita perhatian Pak Bas adalah rancangan oleh Didiet Maulana. Sang desainer merancang busana tersebut dengan tema pelajar tempo doeloe.
Komentar Erick Thohir Beskapnya Disingkap: Kalau Pak Bas Diem Anteng Berarti Ada yang Salah
“Indonesia dan Pemuda. Tampilan pelajar tempo doeloe menjadi inspirasi tema busana Bapak Erick Thohir dan Ibu Liza thohir pada upacara kemerdekaan RI ke 78 di Istana Negara. Ide Pak Erick yang ingin mengangkat tampilan ini diwujudkan dalam tampilan utk 17an tahun ini,” kata Didiet Maulana di Instagramnya.
Melihat aksi Pak Bas yang viral di media sosial, Didiet Maulana pun menjanjikan akan membuatkan baju serupa. Didiet bahkan mengunggah janjinya itu di Twitter.
5 Momen Unik di Upacara HUT ke-78 RI, Sepatu Lepas hingga Pak Bas Singkap Beskap Erick Thohir
“Pak Bas, iya Pak. Ntar saya bikinin juga,” kata Didiet Maulana di Twitter, Kamis (17/8/2023).
Sebelumnya Didiet juga menjelaskan desain yang dibuat untuk Erick Thohir. Khusus untuk Pak Menteri, Didiet membuat jas klasik chreme dan kemeja putih serta dasi kupu-kupu. Erick Thohir juga melengkapi penampilannya tersebut dengan blangkon dan selop tutup. Sedangkan Ibu Liza menggunakan kebaya model Kartini, dengan lengan mengembang dan manset tinggi yang khas pada masa itu. Namun, untuk keduanya sama-sama menggunakan batik motif parang klithik.
Editor: Elvira Anna