Viral Andi Soraya Sindir Keras Denada, Oplas Wajah Bisa tapi Telantarkan Anak!
JAKARTA, iNews.id - Artis Andi Soraya ikut mengomentari kasus Denada dan Ressa Rizky Rossano. Menurut Andi Soraya, Denada sudah keterlaluan karena menelantarkan anak.
Pernyataan Andi Soraya itu disampaikan melalui unggahan Instagram yang dibagi dalam tiga video terpisah. Andi Soraya begitu geram dengan Denada yang dengan tega menelantarkan Ressa Rizky Ross ano, anak kandungnya.
Andi bahkan menyinggung soal keputusan Denada untuk operasi wajah sebegitunya, tapi tidak memberi perhatian pada Ressa. Menurut Andi, itu bukan sikap seorang ibu yang benar.
"Muka lu ratusan juta kayak begitu, ya lu ubah. Nah, anak lu modelannya kayak begituan. Pusing gue yang melihatnya," ujar Andi Soraya, dikutip Senin (2/2/2026).
Heboh Adjie Pangestu Disebut Ayah Biologis Ressa Anak Denada: Gue Enggak Kenal!
Andi juga menyinggung soal usia dan kedewasaan Denada. Ia menilai, pada tahap kehidupan saat ini, sudah seharusnya seseorang lebih kalem dan mawas diri dalam bersikap.
Andi Soraya juga mengkritik warganet yang menuding Ressa hanya mengincar harta Denada. Menurutnya hal itu sama sekali tidak benar.
Irfan Hakim Lega Denada Akui Ressa Rizky Anak Kandung
"Wajar itu anaknya. Apa yang dimiliki ibunya adalah milik anaknya. Itu wajar kalau dia minta pengakuan dan minta uang dan lain-lain. Itu kewajiban emaknya," tegas Andi.
Andi Soraya terang-terangan menyarankan agar Denada lebih memprioritaskan masa depan anak, termasuk pendidikan. Ia bahkan membandingkan dengan caranya membesarkan anak-anaknya sendiri.
"Daripada uang lu buat ngubah, vermak sana vermak sini, mendingan lu vermak anak lu. Lu kasih sekolah yang bener, lu kuliahin lagi di sekolah internasional, lu kirim ke luar negeri, kayak anak-anak gue," katanya.
Andi juga menegaskan bahwa semua anak harusnya mendapat perlakuan yang sama. Karena mereka berasal dari rahim yang sama.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Denada terkait sindiran yang disampaikan Andi Soraya. Polemik Denada dan Ressa Rizky pun hingga kini masih menjadi perbincangan di media sosial.
Editor: Muhammad Sukardi