Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update! Saksi JPU Mangkir di Sidang Dokter Richard Lee, Doktif Kecewa
Advertisement . Scroll to see content

Viral Doktif Diduga Hina Orang Kalimantan, Ini Faktanya!

Rabu, 09 September 2026 - 14:44:00 WIB
Viral Doktif Diduga Hina Orang Kalimantan, Ini Faktanya!
Doktif dituduh menghina orang Kalimantan saat live TikTok. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nama Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) kembali menjadi sorotan setelah potongan video siaran langsungnya di TikTok viral di media sosial. Dalam video tersebut, Doktif diduga melontarkan ucapan yang dinilai menyinggung masyarakat Kalimantan.

Pernyataan itu kemudian memancing reaksi keras dari pengusaha Fitri Salhuteru. Melalui akun Instagram @fs.salhuteru, Fitri mengaku geram dengan ucapan Doktif yang menurutnya telah melewati batas.

Fitri bahkan menilai pernyataan tersebut tidak pantas, terlebih ketika masyarakat Kalimantan tengah menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan warga.

"Lebih baik saya menghormati orang hutan daripada dibanding kau peng. Yang mengaku sebagai dokter sekaligus detektif, tetapi justru dikaitkan dengan tindakan pemerasan," tulis Fitri Salhuteru dalam unggahannya, dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurut Fitri, gelar dan profesi seseorang tidak otomatis mencerminkan sikap serta adab ketika berbicara di ruang publik.

"Karena bagi peng, kehormatan bukan soal gelar, melainkan soal adab," lanjutnya.

Awal Mula Doktif Disorot

Persoalan ini bermula dari potongan video live TikTok Doktif yang kemudian dibagikan kembali oleh Fitri Salhuteru. Dalam cuplikan tersebut, Doktif awalnya mempertanyakan alasan Fitri pergi ke Kalimantan.

"Ngapain kamu pergi ke Kalimantan Pos? Kenapa? Kamu mau nemenin Orang Utan yang pingsan? Kamu mau ngasih napas buatan?" ujar Doktif dalam video tersebut.

Ucapan itu kemudian menjadi sorotan karena adanya penyebutan "orang utan" ketika membahas perjalanan Fitri ke Kalimantan.

Dalam unggahannya, Fitri menilai pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai penghinaan terhadap masyarakat Kalimantan.

"Parah kau peng. Masyarakat Kalimantan mana suaranya yang dikatain si Samira orang utan alih-alih prihatin," tulis Fitri.

Dia juga menyoroti kondisi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran.

"Bagi kalian yang sesak dampak kebakaran seolah jadi hal sepele dari mulut yang katanya dokter," kecam Fitri.

Doktif Beri Klarifikasi

Namun, dalam potongan video yang sama, Doktif memberikan penjelasan mengenai maksud ucapannya. Dia menegaskan bahwa sebutan tersebut bukan ditujukan kepada masyarakat Kalimantan, melainkan kepada Fitri.

"Orang Doktif nggak pernah ngatain orang Kalimantan kok, orang Doktif ngatain Nepos. Nepos ke Kalimantan," kata Doktif.

Dalam cuplikan lainnya, Doktif kembali melontarkan pernyataan mengenai Fitri yang dikaitkan dengan orang utan.

"Ngapain kamu ke Kalimantan? Kamu ngemis-ngemis minta bantuan ya? Dia lagi mau berkumpul sama Orang Utan. Hanya Orangutan yang ditolong sama dia," ujar Doktif.

Pernyataan inilah yang kemudian menjadi bagian dari polemik dan memicu reaksi Fitri.

Fitri Kembali Semprot Doktif

Fitri tampaknya tidak menerima penjelasan tersebut. Dia tetap mempertanyakan sikap Doktif yang dinilainya tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak persoalan asap kebakaran.

Fitri bahkan memberikan peringatan keras kepada Doktif agar tidak kembali membuat pernyataan yang menurutnya dapat memancing persoalan baru.

"Baru saja tak kasih napas gak tak lindes kau peng. Ada lagi ulah kau," tandas Fitri.

Hingga kini, potongan video tersebut menjadi perhatian warganet. Polemik ini pun berkembang di media sosial, terutama terkait konteks ucapan Doktif dan apakah pernyataan tersebut memang ditujukan kepada masyarakat Kalimantan atau hanya kepada Fitri Salhuteru.

Dengan adanya klarifikasi dari Doktif, konteks utuh dari pernyataan dalam siaran langsung tersebut menjadi penting sebelum menyimpulkan bahwa Doktif benar-benar menghina masyarakat Kalimantan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut