Viral Ruben Onsu Murka Lihat Thania Diduga Dipaksa Giorgio Antonio Jualan di Live TikTok
JAKARTA, iNews.id - Artis Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah memberikan respons keras terkait video viral yang memperlihatkan putrinya, Thania Putri Onsu, berada dalam sesi live TikTok bersama Sarwendah dan Giorgio Antonio.
Dalam video yang beredar di media sosial, Sarwendah terlihat memangku Thania Putri Onsu saat melakukan live TikTok. Giorgio Antonio berada di samping mereka dan tengah berjualan.
Di tengah siaran, Giorgio diduga meminta Thania untuk menemaninya berjualan. Namun, Thania tampak menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mau. Giorgio kemudian terdengar mengatakan, "Bantuin dong."
Momen tersebut langsung menjadi perhatian karena Thania masih anak-anak. Produk yang dipromosikan dalam live tersebut juga merupakan parfum untuk orang dewasa.
Ruben Onsu kemudian menyampaikan keberatannya melalui pernyataan yang ditujukan kepada Giorgio.
"Gak mau aunty, nia gak mau, kenapa gak anak aunty aja yang jualan??" tulis Ruben, dikutip Kamis (10/9/2026).
Dia kemudian menegaskan agar Giorgio berjualan sendiri tanpa melibatkan Thania.
"Untuk uncle, itu nia gak mau, uncle jualan sendiri saja ya, bisa kan? Itukan parfum dewasa, masa anak-anak diminta bantuin jualan!!" lanjut Ruben.
Pernyataan Ruben tersebut membuat video live Thania kembali menjadi perbincangan. Respons sang ayah juga menunjukkan kekhawatirannya terhadap keterlibatan Thania dalam aktivitas jualan yang disebut berkaitan dengan produk orang dewasa.
Meski demikian, video yang beredar merupakan potongan momen dari siaran langsung. Belum diketahui secara utuh konteks percakapan maupun apakah Thania benar-benar dipaksa untuk berjualan seperti yang menjadi dugaan di media sosial.
Hubungan Ruben Onsu, Sarwendah, dan Giorgio Antonio belakangan memang menjadi perhatian publik. Karena itu, kemunculan video tersebut kembali memicu sorotan terhadap interaksi Giorgio dengan anak-anak Ruben dan Sarwendah.
Hingga berita ini dibuat, Sarwendah maupun Giorgio Antonio belum memberikan reaksi apa pun.
Editor: Muhammad Sukardi