JAKARTA, iNews.id - Masyarakat dikejutkan dengan kabar seorang guru SMA di Sukabumi yang disebut mengalami kelumpuhan dan gejala kebutaan setelah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua pada 31 Maret 2021. Benarkan karena vaksin?
Pengamat kesehatan sekaligus dokter relawan Covid-19 dr Muhamad Fajri Adda'i mengatakan, kejadian tersebut belum tentu diakibatkan oleh vaksinasi Covid-19. Sejauh ini belum ada data valid penelitian yang menunjukkan vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kelumpuhan.
Dia menjelaskan, ada dua faktor untuk memahami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Yang jelas saat ini kejadian tersebut masih dalam kajian Komnas KIPI.
“Apapun yang terjadi pascadisuntik itu disebut KIPI. Ada hubungan waktu, tapi belum tentu ada kausalitas atau sebab akibat. Jadi, belum tentu (disebabkan vaksin),” ujarnya.
Selain itu, sejauh ini juga belum ada data dari uji klinis dan KIPI yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan kelumpuhan. “Data KIPI sebelumnya, dari sekian juta orang, di negara manapun, itu belum ada data timbul kelumpuhan,” kata Fajri.
Untuk mengetahui apakah itu berhubungan dengan vaksin atau karena faktor lain, diperlukan segala rangkaian penelitian kepada orang yang bersangkutan. Mulai dari mengecek kronologi hingga riwayat penyakit.
Editor: Zen Teguh