Seorang Guru Lumpuh usai Vaksinasi Kedua, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Siska Permata Sari · Minggu, 02 Mei 2021 - 21:01:00 WIB
Seorang Guru Lumpuh usai Vaksinasi Kedua, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Seorang guru sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi, Susan Atela (31) dikabarkan mengalami kelumpuhan dan gejala kebutaan setelah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua. Kejadian ini berawal ketika korban mendapatkan vaksin dosis kedua pada 31 Maret 2021 lalu.
 
Menanggapi kabar ini, pengamat kesehatan sekaligus dokter relawan Covid-19 dr Muhamad Fajri Adda'i mengatakan, kejadian tersebut belum tentu diakibatkan oleh vaksinasi Covid-19. Pasalnya, sejauh ini belum ada data valid penelitian bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kelumpuhan.
 
“Yang menjadi permasalahan adalah penyebabnya masih simpang siur. Jadi kita tidak tahu apakah ini disebabkan oleh vaksin,” kata dr Muhamad Fajri Adda'i saat dihubungi MNC Portal, Minggu (2/5/2021).
 
Dia menjelaskan, ada dua faktor untuk memahami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebab, kejadian yang menimpa guru Susan tersebut masih dalam kajian Komnas KIPI.
 
“Apapun yang terjadi pascadisuntik itu disebut KIPI. Ada hubungan waktu, tapi belum tentu ada kausalitas atau sebab akibat. Jadi, belum tentu (disebabkan vaksin). Ini kan pasti dikaji. Sejauh ini, keterangan dari badan yang berwenang, Komnas KIPI, itu masih mengkaji dalam tahap akhir. Jadi kita enggak tahu apakah ini berkaitan apakah tidak,” ujarnya.
 
“Belum tentu berkaitan. Kenapa? Karena pertama, ini adalah penyuntikan yang kedua. Kalau dia alergi berat misalnya harusnya yang pertama dia sudah (reaksi). Timingnya memang pas, jadi kesannya  berhubungan tapi belum tentu,” jelas dia.

Editor : Elvira Anna

Halaman : 1 2