WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan persatuan nasional dalam peringatan 20 tahun serangan 11 September. Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan di tiga lokasi, namun yang terparah menara kembar World Trade Center, New York.
Dia menyampaikan penghormatan kepada mereka yang tewas serta ribuan orang yang mengalami luka dalam serangan tersebut. Penghormatan juga diberikan kepada petugas pemadam kebakaran, paramedis, serta pihak lain yang mempertaruhkan nyawa mereka dalam merespons serangan tersebut.
Pada kesempatan itu Biden juga menatakan, dampak atau perlakuan terhadap umat Islam AS pasca-serangan 11 September tidak membuat persatuan bangsa terpecah belah.
"Bagi saya, itulah pelajaran utama dari 11 September, pada saat kita paling rentan, mengalami dorongan dan tarikan yang menjadikan kita manusia, serta peperangan terhadap ruh Amerika, persatuan adalah kekuatan terbesar kita," katanya.
Persatuan, lanjut dia, bukan berarti semua warga AS harus memiliki satu keyakinan. Namun semua harus menanamkan rasa saling menghormati atas kepercayaan yang dianut orang lain.
Biden dan Ibu Negara Jill Biden dijadwalkan mengunjungi tiga lokasi serangan 11 September, yakni di Kota New York, tempat menara kembar World Trade Center; Kantor Departemen Pertahanan atau Pentagon di Arlington, Virgnia; serta Shanksville, Pennsylvania, tempat di mana para pelaku teror memaksa penumpang turun karena pesawat diyakini akan digunakan menyerang Gedung Capitol dan Gedung Putih di Washington DC.
Editor: Anton Suhartono