Infografis Perawat Muslimah di Singapura Boleh Pakai Jilbab

Anton Suhartono ยท Senin, 30 Agustus 2021 - 14:04:00 WIB
Infografis Perawat Muslimah di Singapura Boleh Pakai Jilbab

Muslimah perawat di Singapura boleh mengenakan jilbab mulai November (Grafis: Maspuq Muin)

SINGAPURA, iNews.id - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memberikan kabar gembira bagi para perawat muslimah di negaranya. Mereka boleh bekerja mengenakan jilbab sebagai bentuk melaksanakan ajaran Islam.  Aturan ini mulai berlaku pada November mendatang.

Penggunaan jilbab menjadi semakin penting bagi muslimah di dunia, termasuk Singapura, karena tingginya tren mengamalkan Islam, terutama dalam hal penampilan. Jumlah muslimah yang mengenakan jilbab di Singapura terus bertambah, baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

Pembicaraan soal penggunaan jilbab di tempat kerja sudah dimulai sejak 2014. Saat itu dia menggelar pertemuan tertutup dengan para tokoh agama Islam. Mereka menjelaskan kepada Lee bahwa mengenakan jilbab penting bagi muslimah seraya berharap pemerintah bisa memberikan izin.

Lee saat itu merespons bisa memahami betapa kuatnya keinginan tersebut. Namun dia menjelaskan pandangan berdasarkan posisi pemerintah serta kebijakan di Singapura.

Untuk kasus institusi pendidikan, semua siswa tetap harus mengenakan seragam yang sama terlepas latar belakang sosial, ras, dan agama. Ada kebutuhan untuk menekankan kesamaan serta meminimalisasi perbedaan. Dengan begitu mereka dapat membangun ikatan.

Hal serupa berlaku di Angkatan Bersenjata Singapura (SAF), Home Team, serta layanan lainnya. Lembaga-lembaga itu harus mempertahankan status quo karena mereka merupakan alat negara yang tidak memihak, dipersenjatai, dan sebagai penegak hukum. 

Namun berdasarkan pengamatan, interaksi antar-ras ternyata tetap nyaman di rumah sakit meskipun perawat berjilbab. Sebaliknya para perawat berjilbab ternyata juga nyaman berinteraksi dengan pemeluk agama lain.

Juru Bicara Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) mengatakan, penyedia lapangan kerja layanan kesehatan swasta didorong mengambil langkah soal aturan jilbab, namun tidak mewajibkannya.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: