JAKARTA, iNews.id - Eksekutif Direktur Evident Institute Rinatania Anggraeni Fajriani (tengah), Direktur Hukum Evident Institute Abdul Luky Shofiul Azmi (kiri), dan Direktur Ekonomi Evident Institute Rijadh Djatu Winardi (kanan) menyampaikan paparan dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026: Pola Isu, Target, dan Medium Persebaran di Jakarta, Senin (6/1/2025).
Konferensi pers tersebut membahas temuan dan proyeksi terkait Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) yang dinilai berpotensi meningkat secara sistematis pada 2026.
Evident Institute menilai DFK tidak lagi sekadar isu komunikasi, melainkan berpotensi menjadi risiko struktural yang dapat mengganggu stabilitas ekspektasi publik, kepercayaan ekonomi, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan strategis negara, terutama pada periode fiskal dan politik yang sensitif.
Melalui analisis data terbuka sepanjang 2025 dan proyeksi berbasis pendekatan kuantitatif, lembaga ini menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi dan pemantauan DFK sebagai peringatan dini untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Editor: Yudistiro Pranoto