BANDUNG, iNews.id – Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar penyisihan peserta Duta Batik YBJB 2026 di Kota Bandung, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 50 peserta yang lolos seleksi administrasi mengikuti tahapan tersebut dari ratusan pendaftar yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Ketua Umum YBJB Sendy Dede Yusuf mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang menjadi komitmen untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan batik sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat. “Duta Batik diharapkan menjadi representasi generasi muda,” ujarnya.
Rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026 telah dimulai pada Agustus melalui kegiatan Batik Walk di Kota Bandung. Kegiatan tersebut menjadi kampanye publik untuk mendekatkan batik kepada masyarakat sekaligus mendorong penggunaannya sebagai bagian dari gaya hidup masa kini tanpa meninggalkan nilai budaya. Puncak Jambore Batik Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dengan dukungan Gubernur Jawa Barat.
Pada tahap penyisihan, peserta mendapat pembekalan awal mengenai public speaking, pengenalan fashion, dan dunia batik secara umum. Materi tersebut ditujukan untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mengenai batik, budaya, fashion, dan industri kreatif. Penilaian dilakukan secara tertutup oleh panitia dan dewan juri dengan mencakup wawasan, komunikasi, kepribadian, sikap, penampilan, potensi, serta pemahaman terhadap batik dan budaya Jawa Barat.
Dari 50 peserta, akan dipilih 20 peserta terbaik yang terdiri atas 10 calon Duta Batik laki-laki dan 10 calon Duta Batik perempuan. Mereka selanjutnya mengikuti pembekalan lanjutan yang direncanakan pada 19 September 2026 di Rumah Batik Komar, Cigadung, Bandung.
YBJB berharap para Duta Batik nantinya tidak sekadar menjadi figur seremonial, tetapi mampu menjadi komunikator budaya dan penggerak generasi muda untuk mengenal, menggunakan, mencintai, serta menjaga batik Jawa Barat. Regenerasi dinilai penting agar batik dapat berkembang ke ruang pendidikan, fashion, media sosial, industri kreatif, pariwisata, dan berbagai kegiatan kebudayaan.
Editor: Yudistiro Pranoto