JAKARTA, iNews.id - Korps MarinirTNI Angkatan Laut mendapatkan tambahan kekuatan baru. Sebanyak 12 kendaraan tempur amfibi Assault Amphibious Vehicle atau AAV tiba di Indonesia untuk memperkuat kemampuan operasi pasukan pendarat.
Kehadiran ranpur amfibi AAV menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional Korps Marinir TNI AL, khususnya dalam menjalankan misi yang membutuhkan mobilitas dari laut menuju daratan.
Navy Fair 2026 Digelar di Monas, Warga Antusias Lihat Alutsista TNI AL
Kendaraan tempur ini dirancang memiliki kemampuan bergerak di medan darat sekaligus melintasi perairan. Kemampuan tersebut membuat AAV dapat mendukung operasi amfibi yang membutuhkan perpindahan pasukan dan manuver dari wilayah laut menuju kawasan pantai.
Dengan kemampuan tersebut, 12 AAV dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional Korps Marinir, termasuk operasi pendaratan dan pergerakan pasukan di wilayah pesisir.
TNI AL Siapkan Lampung Jadi Pangkalan KRI Sriwijaya, Kapal Induk Pertama RI
Berbeda dengan kendaraan tempur yang hanya dirancang untuk medan darat, Assault Amphibious Vehicle memiliki kemampuan amfibi.
Kendaraan ini dapat digunakan untuk membawa personel dan mendukung pergerakan pasukan dalam operasi yang melibatkan wilayah perairan dan daratan.
TNI AL Pertimbangkan Bentuk Satuan Baru untuk Operasikan Kapal Induk KRI Sriwijaya
Kemampuan berpindah dari laut menuju daratan menjadi salah satu karakteristik utama AAV. Kendaraan ini dapat membantu pasukan pendarat melewati kawasan pesisir sebelum melanjutkan manuver di medan darat.
Editor: Donald Karouw