JAKARTA, iNews.id - Asisten masinis Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menceritakan detik-detik kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Dia menduga terdapat sinyal yang eror.
"Enggak miskomunikasi, kayaknya ini ada sinyalnya ada yang eror," ujar sang asisten masinis.
3 Taktik Kejutan AL IRGC dalam Menghadapi Agresi AS Jilid II
Dia mengatakan, Pusat Kendali (PK) Kereta Api sempat memberitahukan adanya KRL yang berhenti lantaran menabrak taksi Green SM. Namun, sebelum informasi diterima dengan utuh, sinyal kereta berubah menjadi merah.
"Tadi infoin PK (pusat kendali), cuma saya belum copy informasinya sepenuhnya sudah keburu sinyalnya merah ini," tutur dia.
Polisi: 10 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Tewas karena Luka di Hampir Seluruh Tubuh
Petugas itu mengatakan, seharusnya sinyal kereta tidak bisa berubah merah. Sebab, sinyal kereta di Stasiun Bekasi telah berubah menjadi hijau.
"Dibilang mendadak sih enggak, cuma harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasi-nya hijau. Koneksi harusnya, kalau hijau sini maksimal kuning, enggak bisa merah," ucap dia.
Penumpang Whoosh dan LRT Melonjak usai Kecelakaan Kereta Bekasi, Tembus 45 Persen
Saat kejadian, menurut dia, KA Argo Bromo Anggrek tengah melaju dengan kecepatan sekitar 110 km per jam.
"Kecepatannya lumayan. 110-an (km per jam)," jelas dia.
Karyawati TV Nasional Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Berdasarkan data terkini, kecelakaan itu mengakibatkan 15 orang tewas.
Insiden bermula saat taksi Green SM terhenti di tengah pelintasan sebidang Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulakkapal. Rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang pun menabrak taksi tersebut.
Tangis Keluarga Kecelakaan Kereta di Bekasi Pecah, 9 Jam Cari Menantu Jadi Korban
Petugas lalu memberhentikan rangkaian KRL lain dengan kode Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5568 arah Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Akan tetapi, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti dan menabrak KRL tersebut.
Editor: Rizky Agustian