Erupsi Anak Krakatau Jumat Malam Tak Picu Tsunami

iNews ยท Sabtu, 11 April 2020 - 15:37 WIB

JAKARTA, iNews.id - BMKG telah memonitor peristiwa erupsi G. Anak Krakatau yang terjadi pada hari Jumat 10 April 2020 pukul 21.58 WIB dan pukul 22.35 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, menjelaskan berdasarkan monitoring muka laut yang dilakukan BMKG menggunakan Tide Gauge dan Radar Wera menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam tidak memicu terjadinya tsunami.

Selain itu BMKG juga mencatat Hasil monitoring kegempaan tepat pada saat terjadinya erupsi yaitu pukul 21.58 WIB dan pukul 22.35 WIB. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik. Sehingga erupsi G. Anak Krakatau kali ini berdasarkan catatan sensor BMKG lebih lemah dibandingkan erupsi yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu.

Sementara itu terkait suara dentuman yang beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, maka sejak tadi malam hingga pagi hari ini pukul 06.00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Prov. Banten. Meskipun ada aktivitas gempa kecil di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4 tetapi gempa ini kekuatannya tidak signifikan dan tidak dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan data tersebut maka BMKG memastikan bahwa suara dentuman tersebut tidak bersumber dari aktivitas gempa tektonik.

Berikut video pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, selengkapnya.

Video Editor: Ifaldi Musyadat

Editor : Dani Dahwilani